Gus Iqdam Kenang Dedikasi Putu Kholis untuk Korban Kanjuruhan

  • 04 Jun 2026 11:00 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Penceramah nasional Gus Iqdam menyampaikan apresiasi kepada Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana saat menghadiri Pengajian Umum dan Doa Bersama untuk Korban Tragedi Kanjuruhan di Stadion Gajayana, Selasa malam, 2 Juni 2026.

Di hadapan sekitar 10 ribu jamaah, Gus Iqdam menyinggung peran Putu Kholis ketika menjabat Kapolres Malang pasca-Tragedi Kanjuruhan. Menurut dia, Putu Kholis memilih turun langsung menemui keluarga korban di tengah situasi yang saat itu dipenuhi kekecewaan dan menurunnya kepercayaan publik kepada kepolisian.

Gus Iqdam mengatakan pendekatan yang dilakukan bukan sekadar menjalankan tugas sebagai aparat negara, melainkan membangun kedekatan emosional dengan para keluarga korban.

Ia menilai langkah tersebut membutuhkan keberanian karena dilakukan di tengah suasana yang sensitif dan penuh tekanan. Putu Kholis, kata dia, berupaya mendengarkan keluhan keluarga korban serta membantu kebutuhan yang bisa difasilitasi.

"Beliau berani hadir, mendengar dan membangun komunikasi dengan keluarga korban di masa yang tidak mudah," ujar Gus Iqdam dalam tausiyahnya. Rabu, 3 Juni 2026

Pengajian dan doa bersama itu digelar Polresta Malang Kota sebagai bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan diikuti unsur Forkopimda Malang Raya, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, perwakilan Aremania, keluarga korban Kanjuruhan, serta masyarakat umum.

Dalam kesempatan yang sama, Gus Iqdam mengajak jamaah mendoakan seluruh korban Tragedi Kanjuruhan agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Ia juga memohon agar Kota Malang senantiasa diberi keberkahan dan dijauhkan dari perpecahan.

"Malam hari ini kita berkumpul untuk mendoakan saudara-saudara kita korban Tragedi Kanjuruhan. Semoga Kota Malang dilimpahi rahmat dan keberkahan oleh Allah SWT," katanya.

Gus Iqdam menilai kehadiran ribuan jamaah dalam kegiatan tersebut menunjukkan kuatnya kepedulian sosial yang masih terjaga di Malang Raya. Menurut dia, sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, ulama, akademisi, suporter, dan masyarakat merupakan modal penting untuk menjaga persatuan.

Menutup tausiyahnya, Gus Iqdam berpesan agar masyarakat selalu berupaya memberi manfaat bagi sesama. Jika belum mampu membantu orang lain, setidaknya tidak menyakiti atau menambah kesulitan bagi orang lain.

"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....