Pasca Yadnya Kasada, Lebih dari 4 Ton Sampah di Kawasan Bromo Berhasil Dibersihkan
- 03 Jun 2026 08:10 WIB
- Malang
RRI. CO. ID, Probolinggo – Sehari setelah puncak perayaan Yadnya Kasada 1948 Saka atau 2026 Masehi, kawasan Gunung Bromo dibersihkan oleh tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), masyarakat, dan pelaku jasa wisata. Dari kegiatan tersebut, lebih dari 4 ton sampah berhasil dikumpulkan dari kawasan lautan pasir hingga sekitar Pura Luhur Poten, Selasa (2/6/2026).
Aksi bersih-bersih dilakukan sebagai upaya menjaga kelestarian kawasan wisata Gunung Bromo yang sehari sebelumnya dipadati ribuan umat Hindu Tengger dan wisatawan yang mengikuti rangkaian ritual Yadnya Kasada.
Kegiatan dimulai dari pintu masuk wisata Bromo di Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Petugas kemudian menyisir area lautan pasir, jalur menuju kawah, hingga kawasan sekitar Pura Luhur Poten.
Di sejumlah titik, petugas masih menemukan sampah plastik bekas makanan dan minuman yang ditinggalkan pengunjung. Selain itu, terdapat pula sisa-sisa perapian yang digunakan selama perayaan Kasada.
Kapolsek Sukapura, AKP Ardhi Bitakumala mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap kebersihan dan kelestarian kawasan wisata Gunung Bromo.
“Setelah pelaksanaan Yadnya Kasada, kami bersama unsur TNI, BB TNBTS, masyarakat dan pelaku wisata melaksanakan kerja bakti membersihkan kawasan Bromo. Tujuannya agar kawasan wisata ini kembali bersih dan nyaman untuk dikunjungi,” ujarnya.
Menurut Ardhi, tingginya jumlah pengunjung saat perayaan Kasada berdampak pada meningkatnya volume sampah yang harus segera ditangani. Karena itu, ia mengimbau seluruh pengunjung untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.
“Kesadaran pengunjung untuk menjaga kebersihan harus terus ditingkatkan. Jangan sampai sampah yang ditinggalkan justru merusak keindahan alam Bromo yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat,” katanya.
Proses pembersihan berlangsung sekitar empat jam. Sampah yang terkumpul kemudian diangkut menggunakan dua unit truk dan tiga kendaraan pikap untuk selanjutnya dibawa ke tempat pengolahan.
“Total sampah yang terkumpul mencapai lebih dari 4 ton. Semua sampah kami kumpulkan dan diangkut untuk ditangani lebih lanjut,” tambah Ardhi.
Sementara itu, Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Cjahja Nugraha mengapresiasi keterlibatan seluruh unsur dalam menjaga kebersihan kawasan konservasi tersebut.
“Bersih-bersih ini dilakukan bersama masyarakat sekitar, pelaku wisata, TNI dan Polri. Ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Rudijanta menjelaskan seluruh sampah yang terkumpul akan dikirim ke tempat pemrosesan akhir (TPA) untuk dikelola sesuai prosedur. Ia berharap momentum pasca-Kasada dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan wisatawan untuk tidak membuang sampah sembarangan.
“Bromo adalah kawasan konservasi sekaligus destinasi wisata dunia. Menjaga kebersihannya bukan hanya tugas petugas, tetapi juga tanggung jawab setiap orang yang datang ke sini,” tegasnya.
Dengan kembali bersihnya kawasan lautan pasir dan Pura Luhur Poten, aktivitas wisata di Gunung Bromo diharapkan dapat berjalan normal. Pengelola kawasan juga terus mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan agar pesona Bromo tetap terjaga sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....