Yadna Kasada 2026, Tiga Dukun Pandita Tengger Dikukuhkan
- 02 Jun 2026 05:57 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Probolinggo – Ribuan masyarakat Tengger mengikuti ritual Yadnya Kasada 1948 Saka/2026 Masehi di Pura Luhur Poten Bromo, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Senin (1/6/2026) dini hari. Prosesi sakral yang menjadi tradisi turun-temurun masyarakat Tengger tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris serta Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ.
Rangkaian ritual diawali dengan pemberangkatan umat dari Cemara Lawang dan Dingklik menuju Pura Luhur Poten. Selanjutnya dilaksanakan mekakat pembuka, pembacaan sejarah Kasada, Puja Stuti Dukun Pandita se-Kawasan Tengger, Mulunen hingga mekakat penutup atau wayon.
Dalam pelaksanaan Yadnya Kasada tahun ini juga dilakukan pengukuhan tiga Dukun Pandita baru yang berasal dari Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura, Desa Pandansari Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo serta Desa Sedaeng Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.
Usai pengukuhan, para Dukun Pandita memimpin pelayanan keagamaan bagi umat yang akan melaksanakan ritual labuh sesaji ke Kawah Gunung Bromo. Ritual tersebut menjadi puncak Yadnya Kasada sebagai bentuk rasa syukur masyarakat Tengger kepada Sang Hyang Widhi Wasa atas berkah yang diberikan.
Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris mengatakan Yadnya Kasada merupakan warisan budaya dan spiritual yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus.
“Tradisi semacam ini harus dilestarikan dan dipertahankan. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sangat penting sebagai warisan budaya yang harus terus hidup dan berkembang,” katanya.
Sementara Ketua PHDI Kabupaten Probolinggo Bambang Suprapto menyampaikan pengukuhan Dukun Pandita merupakan bagian penting dari rangkaian Yadnya Kasada setelah para calon dinyatakan lulus melalui berbagai tahapan ujian adat dan keagamaan.
Menurutnya, Dukun Pandita memiliki peran strategis dalam menjaga tradisi, adat istiadat dan nilai-nilai spiritual masyarakat Tengger.
“Harapannya, melalui Yadnya Kasada dan pengukuhan Dukun Pandita ini, keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia dan alam semesta dapat terus terjaga,” ujarnya.
Yadnya Kasada menjadi salah satu agenda budaya dan keagamaan terbesar masyarakat Tengger yang setiap tahun menarik perhatian masyarakat luas. Selain sarat nilai spiritual, tradisi ini juga menjadi simbol pelestarian budaya leluhur yang terus dijaga hingga saat ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....