Pancasila Jadi Jangkar Moral Hadapi Disrupsi Global dan Radikalisme di Malang

  • 01 Jun 2026 13:11 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Pemerintah Kabupaten Malang menekankan pentingnya mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology) untuk menghadapi tantangan disrupsi teknologi, dinamika geopolitik, hingga ancaman radikalisme.

Hubungan internasional dan kebijakan lokal harus tetap bertumpu pada prinsip keadilan sosial serta kemanusiaan.

Saat membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi pada peringatan Hari Lahir Pancasila di Halaman Pendopo Agung Malang, Senin (1/6/2026), Bupati Malang M. Sanusi menyampaikan bahwa Pancasila merupakan jangkar moral yang teruji dalam menjaga integrasi bangsa di tengah ketidakpastian global.

Keberagaman etnik dan geografis Indonesia justru menjadi modal kuat untuk menunjukkan kepemimpinan di kancah dunia, termasuk melalui kontribusi pasukan perdamaian PBB dan diplomasi bebas aktif.

Namun, tantangan terbesar saat ini adalah memastikan kemajuan ekonomi dan teknologi tidak kehilangan arah moral.

Oleh karena itu, standardisasi kebijakan publik di tingkat daerah wajib mencerminkan nilai-nilai luhur tersebut secara konkret, bukan sekadar menjadi pemanis formalitas.

Sanusi menegaskan pentingnya komitmen kepala daerah dalam merumuskan regulasi yang inklusif untuk memitigasi potensi disintegrasi dan ketimpangan sosial di masyarakat.

"Kepada para Menteri dan Kepala Daerah, saya titipkan Pancasila di tangan kalian. Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan," ucap Bupati Malang.

Melalui momentum ini, seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda di Kabupaten Malang, diajak untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan.

Penguatan nilai religiusitas yang dibarengi dengan semangat persatuan diharapkan dapat menjadi tameng utama dalam melawan segala bentuk intoleransi yang dapat merusak harmonisasi lokal maupun nasional.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....