Status Bromo Masih Waspada, Umat Hindu Tengger Diimbau Patuhi Radius
- 31 Mei 2026 20:44 WIB
- Malang
RRI. CO. ID, Probolinggo – Status Gunung Bromo hingga saat ini masih berada pada Level II atau Waspada menjelang puncak peringatan Hari Raya Yadnya Kasada yang dilaksanakan masyarakat Hindu Tengger di kawasan Gunung Bromo.
Pemerintah mengimbau masyarakat dan wisatawan yang mengikuti rangkaian ritual adat tersebut untuk tetap mematuhi rekomendasi keselamatan dengan tidak mendekati kawah aktif dalam radius satu kilometer.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, mengatakan status Gunung Bromo masih berada pada Level II berdasarkan laporan terbaru dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
“Status Gunung Bromo hingga kini masih di Level II atau Waspada,” kata Oemar, Minggu (31/5/2026).
Berdasarkan laporan Magma VAR Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), kondisi cuaca di kawasan Gunung Bromo selama periode pengamatan terpantau cerah, berawan hingga mendung dengan suhu udara berkisar antara 11 hingga 25 derajat Celsius.
Sementara aktivitas kawah masih ditandai munculnya asap putih bertekanan lemah dengan intensitas tipis hingga tebal. Asap teramati mencapai ketinggian sekitar 400 hingga 500 meter di atas puncak kawah.
| Baca juga: Dua Bukit di Wilayah Tosari Bromo Longsor |
Oemar menjelaskan, meski aktivitas masyarakat meningkat selama pelaksanaan Yadnya Kasada, rekomendasi keselamatan tetap harus dipatuhi demi menghindari risiko yang tidak diinginkan.
“Status Gunung Bromo tetap pada Level II. Karena itu, masyarakat yang hendak mengikuti Yadnya Kasada tetap kami imbau mematuhi rekomendasi tersebut. Sebab kami juga paham ini adalah kearifan lokal yang telah berlangsung turun-temurun,” ujarnya.
Selain menjaga jarak aman dari kawah aktif, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi letusan freatik yang dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa didahului peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan.
Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Probolinggo, Bambang Suprapto, berharap seluruh rangkaian Yadnya Kasada tahun ini dapat berlangsung aman, lancar, dan khidmat meskipun status Gunung Bromo masih berada pada Level II atau Waspada.
Menurut Bambang, prosesi labuh sesaji ke kawah tetap akan dilaksanakan sebagai bagian dari ritual adat yang menjadi warisan leluhur masyarakat Tengger.
“Kami tetap melaksanakan labuh sesaji ke kawah. Namun kami juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati selama mengikuti prosesi. Ini merupakan bagian dari tradisi yang terus dijaga dan dilestarikan,” katanya.
Ia menambahkan, masyarakat Tengger meyakini pelaksanaan Yadnya Kasada merupakan bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus doa agar diberikan keselamatan, kesejahteraan, dan keberkahan bagi seluruh masyarakat.
Dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan kepatuhan terhadap rekomendasi PVMBG, pelaksanaan Yadnya Kasada 2026 diharapkan dapat berjalan tertib serta menjadi momentum pelestarian budaya dan kearifan lokal masyarakat Tengger di kawasan Gunung Bromo.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....