PG RMI Blitar Buka Musim Giling lewat Tradisi Manten Tebu
- 30 Mei 2026 17:41 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Blitar - Deru mesin penggiling yang mulai beroperasi di Pabrik Gula Rejoso Manis Indo (RMI) Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar menandai dimulainya musim giling 2026.
Namun sebelum tebu-tebu petani memasuki jalur, sebuah tradisi yang telah mengakar lebih dulu digelar, yakni manten tebu.
Tradisi tersebut menjadi pembuka resmi musim giling sekaligus simbol eratnya hubungan antara pabrik gula dan para petani tebu yang menjadi mitra produksi.
Prosesi berlangsung meriah dengan nuansa budaya Jawa yang kental dan dihadiri jajaran manajemen perusahaan, petani tebu, tokoh masyarakat, serta sejumlah tamu undangan.
Berbeda dengan proses produksi yang identik dengan mesin dan teknologi modern, manten tebu menghadirkan nilai-nilai budaya yang masih dijaga hingga kini. Sepasang batang tebu pilihan yang disebut tebu lanang dan tebu wadon diarak menuju area penggilingan sebagai lambang keselarasan dan harapan akan hasil panen yang baik.
Direktur PG RMI Syukur Iwantoro mengatakan tradisi tersebut menjadi momentum penting untuk mengawali musim giling dengan semangat kebersamaan antara pabrik dan petani.
"Musim giling bukan hanya agenda perusahaan, tetapi juga momentum yang ditunggu para petani. Karena itu kami ingin mengawalinya dengan doa dan harapan yang baik," katanya, Sabtu (30/5/2026).
Tahun ini, PG RMI menargetkan serapan tebu mencapai 1,55 juta ton. Target tersebut meningkat dibanding capaian musim lalu seiring kondisi tanaman tebu yang dinilai lebih baik dan potensi rendemen yang lebih menjanjikan.
Jika rendemen berada di kisaran 8 persen, produksi gula diperkirakan mencapai sekitar 128 ribu ton. Sementara apabila kualitas tebu mampu menghasilkan rendemen lebih tinggi, produksi gula berpotensi menembus 130 ribu hingga 135 ribu ton.
Menurut Syukur, tantangan terbesar industri gula masih dipengaruhi faktor cuaca yang berdampak langsung terhadap kualitas bahan baku. Karena itu, sinergi antara petani dan pabrik menjadi faktor penting untuk menjaga produktivitas selama musim giling berlangsung.
Selain pembukaan musim giling, kegiatan tersebut juga dilengkapi dengan Deklarasi Petani Tebu Mitra PG RMI. Deklarasi itu menjadi bentuk komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas tebu, memperkuat kemitraan, dan mendukung upaya peningkatan produksi gula nasional.
"Kami optimisme terhadap kelancaran operasional musim giling tahun 2026 serta komitmen dalam memperkuat kolaborasi antara perusahaan, petani, dan pemerintah guna mewujudkan kemandirian gula nasional," imbuhnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....