TNBTS Evaluasi Besar-Besaran Sistem Keselamatan Transportasi Wisata Bromo

  • 30 Mei 2026 15:47 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Pasuruan - Pasca kecelakaan maut yang merenggut tiga nyawa di lokasi yang sama, yakni jalur Letter S, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan beberapa waktu lalu, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) akan melakukan evaluasi besar-besaran.

Evaluasi tersebut dilakukan terhadap sistem keselamatan transportasi wisata di kawasan Gunung Bromo.

Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama mengatakan TNBTS bersama seluruh pihak terkait akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan transportasi wisata di kawasan Bromo.

Menurutnya, evaluasi tidak hanya menyasar kelayakan kendaraan wisata seperti jip dan sepeda motor, tetapi juga mencakup kesiapan penanganan darurat hingga proses evakuasi korban apabila terjadi kecelakaan.

"Saat ini TNBTS masih melakukan evaluasi internal dan menghimpun informasi dari berbagai pihak terkait kejadian tersebut," kata Endrip melalui sambungan selulernya, Sabtu (30/5/2026).

Beberapa poin yang menjadi perhatian dalam evaluasi tersebut antara lain peningkatan pengawasan terhadap kelayakan operasional kendaraan wisata, penguatan komitmen pelaku jasa wisata terhadap standar keselamatan, serta peningkatan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat.

Selain itu, TNBTS juga akan meninjau kembali mekanisme respons cepat dan prosedur evakuasi korban di kawasan wisata yang dikenal memiliki medan ekstrem tersebut.

"Beberapa hal yang menjadi perhatian dalam evaluasi antara lain peningkatan pengawasan terhadap kelayakan operasional kendaraan wisata, penguatan komitmen pelaku jasa wisata terhadap standar keselamatan, peningkatan kesiapsiagaan dan koordinasi penanganan keadaan darurat, serta mekanisme respons dan evakuasi apabila terjadi insiden di kawasan," jelasnya.

Lebih lanjut Endrip menegaskan bahwa TNBTS akan mendukung penuh proses penyelidikan yang dilakukan aparat kepolisian guna mengetahui penyebab pasti dua kecelakaan maut tersebut.

Hasil penyelidikan nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan langkah-langkah perbaikan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali di kawasan wisata Gunung Bromo.

"Hasil evaluasi tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah-langkah perbaikan yang dapat dilakukan bersama para stakeholder sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing," pungkas Endrip.

Diketahui, dalam sepekan terakhir, dua kecelakaan diduga akibat gangguan sistem pengereman terjadi di jalur ekstrem menuju Lautan Pasir Bromo tersebut. Korbannya tidak hanya wisatawan domestik, tetapi juga seorang turis asal Korea Selatan.

Kecelakaan pertama terjadi pada Jumat (22/5/2026). Seorang wisatawan asal Korea Selatan, Hye Jin Kim (49), meninggal dunia setelah sepeda motor yang ditumpanginya mengalami rem blong dan menabrak tebing di kawasan Letter S. Pengendara motor selamat dengan luka ringan.

Sepekan kemudian, tepatnya Jumat (29/5/2026) pagi, kecelakaan kembali terjadi di lokasi yang sama. Sebuah jip wisata yang mengangkut rombongan wisatawan mengalami kecelakaan diduga akibat rem blong. Insiden tersebut menewaskan sopir jip bernama Sonif dan seorang wisatawan bernama Yulanda.

Menyikapi rentetan kecelakaan tersebut, Endrip mengaku turut berbelasungkawa kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak.

"Kami dari pihak TNBTS menyampaikan duka cita yang mendalam kepada korban dan keluarga yang terdampak," ujarnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....