Kasus Cacing Hati Ditemukan di Probolinggo

  • 29 Mei 2026 09:06 WIB
  •  Malang

RRI. CO. ID, Probolinggo - Ribuan hewan kurban yang dipotong pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Kabupaten Probolinggo tak luput dari pengawasan petugas kesehatan hewan. Selain memastikan daging layak konsumsi, pemeriksaan juga dilakukan untuk mendeteksi penyakit yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.

Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo melalui tim dokter hewan dan petugas kesehatan hewan terus melakukan pemeriksaan ante mortem maupun post mortem di sejumlah lokasi pemotongan hewan kurban. Dari hasil pemeriksaan tersebut, petugas masih menemukan beberapa kasus cacing hati pada hewan kurban yang dipotong.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo, Niko, mengatakan temuan tersebut menjadi perhatian pihaknya untuk memperkuat upaya pencegahan penyakit pada ternak.

Berdasarkan data sementara yang masuk hingga Rabu (27/5/2026) malam, jumlah hewan kurban yang telah dipotong di Kabupaten Probolinggo mencapai 1.591 ekor. Jumlah itu terdiri atas 118 sapi jantan, 26 sapi betina, 125 kambing jantan, 2 kambing betina, 1.318 domba jantan dan 2 domba betina.

“Pengawasan kurban tahun ini di Kabupaten Probolinggo melibatkan 14 dokter hewan dibantu petugas teknis kecamatan dan petugas inseminator buatan yang totalnya berjumlah 70 orang,” ujar Niko.

Menurutnya, keterlibatan puluhan petugas tersebut bertujuan memastikan seluruh hewan kurban yang dipotong dalam kondisi sehat serta daging yang dibagikan kepada masyarakat aman untuk dikonsumsi.

Ke depan, Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo berencana memperkuat program pemberian obat cacing secara rutin kepada ternak. Langkah ini dinilai penting untuk menekan potensi munculnya kembali kasus cacing hati yang masih ditemukan saat pemeriksaan hewan kurban.

“Kalau ternak rutin diberikan obat cacing setiap tiga bulan sekali, Insya Allah kasus cacing hati bisa dicegah. Karena itu ke depan kami akan menguatkan program cacingisasi untuk sapi, kambing, domba maupun ternak lainnya,” kata Niko.

Melalui pengawasan yang ketat dan program kesehatan hewan yang berkelanjutan, Diperta Kabupaten Probolinggo berharap kualitas ternak masyarakat semakin baik sekaligus menjamin keamanan pangan asal hewan yang dikonsumsi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....