Petasan Balon Udara Meledak, Pemuda Gandusari Meninggal

  • 27 Mei 2026 12:19 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Blitar - Peristiwa tragis terjadi di Dusun Tekik, Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Rabu pagi (27/5/2026).

Seorang pemuda meninggal setelah petasan yang digantung pada balon udara tanpa awak meledak saat dipegang korban.

Korban diketahui berinisial I (23), warga Dusun Tekik, Desa Tambakan. Ledakan terjadi sekitar pukul 06.30 WIB ketika warga sekitar sedang melaksanakan salat Iduladha.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat itu korban bersama enam anak lainnya bermain menerbangkan balon udara di area persawahan Dusun Tekik dan balon udara tersebut dipasangi petasan.

Namun nahas, ketika korban memegang petasan, benda tersebut tiba-tiba meledak dan menyebabkan luka parah pada tubuh korban.

Tangan kanan korban putus hingga siku, sementara bagian wajah hingga perut mengalami luka bakar serius.

Korban dilarikan ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi untuk mendapatkan penanganan medis. Namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan.

Selain korban meninggal, dua anak turut menjadi korban dalam kejadian tersebut. ADR (11) mengalami luka lecet pada jari tangan kiri dan dagu, sedangkan D (12) mengalami luka lecet pada jari tangan kiri dan wajah. Kini, keduanya masih menjalani perawatan medis.

Kasi Humas Polres Blitar Aiptu Muheni mengatakan petugas gabungan dari SPKT dan Tim Inafis Satreskrim langsung mendatangi lokasi usai menerima laporan warga.

"Petugas segera menuju lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi para korban ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan medis," ujar Aiptu Muheni, Rabu (27/5/2026).

Ia menjelaskan, korban berinisial I mengalami luka sangat parah akibat ledakan petasan tersebut.

"Korban mengalami tangan kanan putus sampai siku serta luka bakar di bagian wajah hingga perut. Korban sempat menjalani perawatan di rumah sakit sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia," jelasnya.

Menurut Aiptu Muheni, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut dengan memintai keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian.

"Saat ini anggota masih melakukan pendalaman dan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti kronologi kejadian," tambahnya.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak bermain petasan maupun menerbangkan balon udara yang dipasangi bahan peledak karena sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan korban jiwa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....