Pemkab Malang Proyeksikan Ekologis Mangrove Pantai Ngliyep dalam Pasar Karbon
- 26 Mei 2026 09:09 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Upaya perlindungan kawasan pesisir selatan Kabupaten Malang dari ancaman abrasi kini mulai terintegrasi dengan proyeksi ekonomi hijau global. Melalui penanaman 500 bibit mangrove di kawasan Pantai Ngliyep, Kecamatan Donomulyo, langkah ini tidak hanya diproyeksikan sebagai benteng alami penahan erosi pantai, tetapi juga disiapkan sebagai aset strategis daerah dalam menyongsong regulasi perdagangan karbon (carbon trading).
Rehabilitasi kawasan pesisir melalui vegetasi bakau menjadi krusial mengingat karakteristik ombak laut selatan yang dinamis. Selain berfungsi menetralisasi abrasi dan menyerap emisi karbon secara masif, wilayah hutan mangrove yang lestari di masa depan dipastikan mampu menciptakan ekosistem baru yang berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi nelayan serta warga di sekitar pesisir Donomulyo.
Pemerintah Kabupaten Malang sendiri mengonfirmasi bahwa investasi ekologis melalui penanaman mangrove ini akan menjadi modal penting bagi daerah dalam bursa karbon yang segera disosialisasikan.
Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, menekankan pentingnya perluasan ruang terbuka hijau ini sebagai aset jangka panjang:
"Mudah-mudahan dengan kegiatan penanaman bibit tanaman mangrove ini semakin menghijaukan Kabupaten Malang. Karena itu butuh karbon, mungkin dalam waktu dekat akan dilakukan sosialisasi karbon trading di Kabupaten Malang. Dengan penanaman mangrove ini menjadi salah satu aset yang kita miliki di karbon trading nanti. Mudah-mudahan bermanfaat bagi masyarakat, terutama masyarakat di sekitar Pantai Ngliyep,” ujarnya.
Gerakan penghijauan pesisir ini diinisiasi melalui program Penguatan Pembinaan Teritorial (Binter) TNI Angkatan Darat yang mengusung tema "TNI AD Peduli Lingkungan, Mangrove Tumbuh Negeri Tangguh".
Skala penanaman ini dilakukan secara serentak di berbagai wilayah pesisir Indonesia guna membangun ketahanan ekologis yang terintegrasi.
Di tingkat lokal, keberlangsungan ekosistem Pantai Ngliyep digerakkan melalui kolaborasi intensif antara personel militer dari Kodim 0818/Malang-Batu, Satrad 221 Ngliyep, Polres Malang, pemerintah daerah, pegiat lingkungan, hingga masyarakat adat setempat.
Komandan Kodim 0818/Malang-Batu, Letkol Czi Bayu Nugroho, menyatakan bahwa pelibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk generasi muda dan pelajar, menjadi kunci utama agar kesadaran menjaga lingkungan pesisir dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Sinergi di lapangan ini diarahkan untuk memastikan 500 bibit mangrove yang telah tertanam di Donomulyo tersebut dapat tumbuh optimal dan tidak sekadar menjadi seremonial belaka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....