Dispangtan Kota Blitar Kerahkan 60 Petugas Awasi Hewan Kurban
- 26 Mei 2026 08:59 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Pemerintah Kota Blitar melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Sebanyak 60 petugas diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan di pasar hewan, lapak penjualan, hingga lokasi penyembelihan.
Kepala Dispangtan Kota Blitar, drh. Dewi Masyitoh, M.Agr, mengatakan pengawasan dilakukan secara rutin di pasar hewan maupun tujuh lapak penjualan kambing yang tersebar di wilayah Kota Blitar.
“Kami rutin melakukan pemeriksaan di pasar hewan yang buka dua kali dalam seminggu serta sekitar tujuh lapak penjualan kambing. Tujuannya memastikan seluruh hewan kurban yang dijual benar-benar sehat dan layak,” kata Dewi,dalam dialog Malang Menyapa, Senin, 25 Mei 2026.
Ia mengapresiasi kerja sama para pedagang yang aktif melaporkan apabila ditemukan hewan yang mengalami gangguan kesehatan sehingga dapat segera ditangani oleh petugas.
“Jika ada hewan yang sakit, para pedagang langsung melapor kepada kami. Kami juga mengimbau agar hewan yang sakit tidak diperjualbelikan sebelum dinyatakan sembuh,” ujarnya .
Menjelang penyembelihan, Dispangtan juga melakukan pemeriksaan antemortem atau pemeriksaan kesehatan sebelum hewan dipotong. Pemeriksaan dilakukan maksimal 24 jam sebelum penyembelihan.
“Sekitar 60 petugas mulai kami kerahkan untuk melakukan pemeriksaan antemortem. Kami melakukan inspeksi fisik, palpasi, hingga pengukuran suhu tubuh untuk memastikan kondisi hewan benar-benar sehat,” jelasnya.
Sebagai bentuk jaminan kesehatan, setiap lapak yang hewannya telah lolos pemeriksaan akan memperoleh Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).
“Hewan yang sudah kami periksa dan dinyatakan sehat akan diberikan Surat Keterangan Kesehatan Hewan. Surat ini menjadi bukti bagi masyarakat bahwa hewan di lapak tersebut telah diperiksa oleh dinas,” katanya.
Dari hasil pengawasan sejauh ini, petugas hanya menemukan satu kasus skabies pada kambing, satu kasus prolapsus ani pada sapi betina, serta beberapa kasus infeksi parasit atau cacing yang langsung ditangani.
“Temuan kami sejauh ini hanya satu kasus skabies pada kambing, satu kasus prolapsus ani pada sapi betina, dan beberapa kasus cacing. Semuanya langsung kami tangani dengan pengobatan,” ujar Dewi.
Dispangtan memastikan pengawasan akan terus dilakukan hingga hari pelaksanaan kurban guna menjamin kesehatan hewan yang diperjualbelikan maupun disembelih.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....