KAI Daop 7 Madiun Tutup Perlintasan Liar di Talun Blitar
- 19 Mei 2026 21:12 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Blitar - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun kembali menutup perlintasan sebidang tidak resmi atau liar di wilayah Kabupaten Blitar.
Penutupan dilakukan di Km 110+0/1 jalur antara Stasiun Garum dan Talun, tepatnya di Dusun Sempol, Kelurahan Talun, Kecamatan Talun, Selasa (19/5/2026).
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api sekaligus melindungi masyarakat pengguna jalan dari risiko kecelakaan di perlintasan tanpa pengamanan resmi.
Penutupan dilakukan dengan pemasangan patok rel dan palang berbahan bantalan besi agar akses tersebut tidak lagi dapat dilalui kendaraan.
Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari mengatakan, perlintasan liar memiliki risiko tinggi karena tidak dilengkapi perangkat keselamatan maupun penjagaan petugas.
"Perlintasan tidak resmi sangat berbahaya bagi masyarakat maupun perjalanan kereta api karena tidak memiliki standar pengamanan," kata Tohari, Selasa (19/5/2026).
KAI Daop 7 Madiun juga meminta warga yang biasa melintas di lokasi itu untuk menggunakan jalur alternatif melalui JPL 168A Km 110+5/6 yang telah dilengkapi palang pintu dan penjagaan sehingga lebih aman dilalui.
Dalam kegiatan tersebut, KAI melibatkan sejumlah unsur internal dan eksternal. Dari internal hadir jajaran pengamanan KAI, tim JR 7.11 Blitar, serta Manager Humas Daop 7 Madiun.
Sementara dari eksternal turut hadir Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar, pihak Kecamatan Talun, perangkat desa dan kelurahan, Babinkamtibmas, hingga tokoh masyarakat setempat.
Tohari menambahkan, keselamatan di jalur perlintasan membutuhkan dukungan seluruh pihak agar masyarakat tidak kembali membuka akses liar di sekitar rel kereta api.
"Kami mengajak masyarakat untuk menggunakan perlintasan resmi yang telah dilengkapi fasilitas keselamatan dan tidak membuat akses liar baru," pungkasnya.
Selama proses penutupan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....