BMKG Malang Ungkap Pemicu Aktivitas Gempa yang Kerap Terjadi
- 17 Mei 2026 20:20 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas III Malang mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap aktivitas gempa bumi di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya yang dipicu pertemuan lempeng tektonik dan aktivitas patahan lokal.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Malang, Ricko Kardoso, mengatakan selama periode 8 hingga 14 Mei 2026 tercatat 226 kejadian gempa bumi di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya.
Menurut Ricko, aktivitas gempa bumi di wilayah Jawa Timur masih dipengaruhi pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dengan Eurasia serta aktivitas sesar atau patahan lokal di daratan Pulau Jawa.
“Kejadian gempa bumi disebabkan oleh aktivitas pertemuan lempeng tektonik IndoAustralia dengan lempeng Eurasia serta aktivitas patahan lokal,” ujarnya, Minggu (17/5/2026).
BMKG mencatat gempa bumi yang terjadi selama periode tersebut didominasi gempa dangkal. Dari total 226 kejadian, sebanyak 180 gempa merupakan gempa dangkal, 45 gempa menengah, dan satu gempa dalam.
Sementara itu, magnitudo terbesar tercatat M4,03 dan magnitudo terkecil M1,09.
Aktivitas gempa terbanyak terjadi pada 13 Mei 2026 dengan total 61 kejadian.
Meski aktivitas kegempaan cukup tinggi, BMKG memastikan tidak ada gempa bumi yang dirasakan masyarakat selama periode pemantauan.
“Pada bulan ini tidak terdapat kejadian gempa bumi dirasakan,” kata Ricko.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya. Masyarakat juga diminta terus memantau informasi resmi terkait gempa bumi dan peringatan dini tsunami melalui kanal resmi BMKG, aplikasi Info BMKG, dan media sosial resmi BMKG.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....