Kemendikdasmen Tindak Lanjuti Keluhan Guru di Batu

  • 15 Mei 2026 18:44 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Batu - Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Mariman Darto menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti berbagai masukan dari guru dan pengawas sekolah di Kota Batu. Salah satu yang menjadi perhatian adalah layanan administrasi pendidikan dan kekurangan tenaga guru.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Penguatan Program Pendidikan di Hotel Aston Kota Batu, Rabu (13/05/2026). Forum ini menjadi ruang diskusi antara pemerintah pusat dengan tenaga pendidik di daerah.

“Dan tentu kami juga akan segera menindaklanjuti beberapa informasi yang menurut saya sangat baik,” ujarnya.

Menurut Mariman, salah satu masukan yang disampaikan berkaitan dengan layanan pada Sistem Informasi Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Simpendik). Ia menilai layanan tersebut perlu mendapat respons cepat agar mendukung kelancaran administrasi pendidikan.

Selain itu, persoalan kekurangan guru juga menjadi perhatian utama pemerintah pusat. Kondisi tersebut disebut tidak hanya terjadi di Kota Batu, tetapi juga menjadi isu nasional.

“Ada cukup banyak pertanyaan tentang keluhan kekurangan guru. Ini secara nasional memang juga jadi perhatian kementerian,” katanya.

Mariman menjelaskan pemerintah telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 7 Tahun 2026. Kebijakan tersebut berkaitan dengan penataan tenaga guru non-ASN pasca berakhirnya masa penataan pada 31 Desember 2024.

Ia menambahkan saat ini pemerintah masih menjalani masa transisi hingga akhir tahun 2025. Pada masa tersebut, tenaga non-ASN tetap mendapatkan hak yang sama sambil menunggu proses penataan lebih lanjut.

“Kami ingin memastikan bahwa kekosongan guru di sekolah-sekolah kita pasca penataan ASN di 31 Desember 2024 itu harus ada,” jelasnya.

Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap kebutuhan tenaga pendidik di sekolah dapat tetap terpenuhi. Kementerian juga berkomitmen menjaga kualitas layanan pendidikan agar proses belajar mengajar berjalan optimal di seluruh daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....