Sensus Ekonomi 2026 Petakan UMKM dan Ekonomi Digital

  • 15 Mei 2026 07:33 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Sensus Ekonomi 2026 (SE 2026) menjadi momentum penting bagi pemerintah untuk membaca arah perkembangan usaha, termasuk kekuatan UMKM dan ekonomi digital di Indonesia. Hal itu disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, Umar Sjaifudin, dalam sosialisasi pelaksanaan SE 2026 yang berlangsung 1 Mei hingga 31 Agustus 2026.

Menurut Umar, sensus ini akan menjadi sumber data utama dalam memetakan daya saing usaha, struktur ekonomi wilayah, hingga peluang bisnis baru di berbagai daerah.

“SE 2026 akan menjawab berbagai isu penting, mulai dari daya saing usaha, peta perekonomian wilayah, hingga kontribusi UMKM dalam pengembangan ekonomi nasional,” kata Umar, Jumat (15/5/2026)

Ia menjelaskan, UMKM menjadi salah satu fokus utama dalam sensus kali ini karena memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia. Data yang terkumpul nantinya dapat membantu pelaku usaha memahami tren industri sekaligus menentukan strategi pengembangan usaha.

“Pelaku usaha nantinya bisa memanfaatkan data SE 2026 untuk melihat peluang pasar, tantangan bisnis, hingga menentukan strategi investasi dan ekspansi usaha,” ujarnya.

Selain UMKM, perkembangan ekonomi digital juga menjadi perhatian khusus dalam SE 2026. Pendataan dilakukan untuk mengetahui sejauh mana transformasi digital memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat.

“Ekonomi digital berkembang sangat cepat. Karena itu, data yang akurat diperlukan agar pemerintah dapat merumuskan kebijakan yang relevan dengan perkembangan zaman,” jelas Umar.

Tak hanya ekonomi digital, sensus ini juga akan memotret ekonomi lingkungan dan ekonomi kreatif yang dinilai semakin memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional.

BPS mencatat, hasil SE 2026 nantinya akan digunakan oleh berbagai kalangan, mulai pemerintah, sektor swasta, akademisi, peneliti, hingga masyarakat umum.

Bagi pemerintah, data tersebut menjadi dasar evaluasi kebijakan ekonomi sebelumnya sekaligus acuan penyusunan kebijakan baru yang lebih tepat sasaran. Sementara bagi akademisi dan peneliti, data sensus akan mendukung penelitian ekonomi sosial serta kebijakan publik berbasis data.

“Data yang lengkap dan detail akan membantu pengambilan keputusan yang lebih tepat, baik oleh pemerintah maupun dunia usaha,” tutur Umar.

Ia menambahkan, keberhasilan sensus sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan informasi yang benar dan lengkap.

“Mari bersama sukseskan Sensus Ekonomi 2026. Data yang kita berikan hari ini akan menentukan kualitas kebijakan ekonomi Indonesia di masa depan,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....