SD Muhammadiyah 1 Wringinanom Raih Sekolah Ekologis

  • 10 Mei 2026 09:04 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - SD Muhammadiyah 1 Wringinanom resmi menerima Piagam Penghargaan Program Sekolah Ekologis dari Ecoton. Penghargaan tersebut diberikan atas komitmen sekolah dalam membangun budaya peduli lingkungan secara berkelanjutan.

Penyerahan penghargaan dilakukan bertepatan dengan Milad ke-21 SD Muhammadiyah 1 Wringinanom. Selain piagam penghargaan, sekolah juga menerima Modul Sekolah Ekologis sebagai panduan pembelajaran lingkungan bagi guru dan siswa.

Modul tersebut memuat empat tema utama, yakni pengelolaan sampah, energi terbarukan, konservasi keanekaragaman hayati, dan pangan sehat. Program ini diharapkan mampu menjadikan kepedulian lingkungan sebagai bagian dari budaya hidup di sekolah.

Perwakilan Ecoton, Tonis Arianto, S.I.Kom., menyampaikan bahwa Program Sekolah Ekologis tidak hanya berfokus pada teori lingkungan. Menurutnya, program ini bertujuan membentuk karakter peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

“Program Sekolah Ekologis hadir bukan sekadar mengajarkan teori, namun membentuk budaya peduli lingkungan di sekolah dan kehidupan sehari-hari,” ujarnya, Sabtu (09/05/2026). Ia berharap kebiasaan baik yang dibangun di sekolah dapat diterapkan siswa di lingkungan masyarakat.

Kepala SD Muhammadiyah 1 Wringinanom, Kholiq Idris, S.Pd., menjelaskan komitmen sekolah terhadap lingkungan telah dimulai sejak 2016. Upaya tersebut kemudian dijalankan lebih serius mulai 2018 bersama seluruh warga sekolah dan mitra lingkungan.

“Sejak dulu sebenarnya kami sudah memiliki komitmen menjadikan sekolah ini sebagai sekolah ekologis,” katanya. Komitmen tersebut mengantarkan sekolah meraih penghargaan Adiwiyata hingga tingkat nasional dan Adiwiyata Mandiri tahun 2025.

Koordinator Adiwiyata sekolah, Khoirun Nisa’, S.Si., menyebut pendidikan lingkungan diintegrasikan langsung dalam pembelajaran di kelas. Menurutnya, pembentukan perilaku peduli lingkungan menjadi bagian dari misi sekolah.

“Misi sekolah kami salah satunya adalah membentuk perilaku peduli lingkungan dan budaya lingkungan,” ungkapnya. Program sekolah ekologis juga diterapkan dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan sekolah.

Penerapan tersebut terlihat melalui kantin tanpa plastik sekali pakai, penggunaan refill store, hingga pengolahan sampah organik menjadi kompos. Sekolah juga membentuk kader lingkungan bernama Eco Warrior untuk melakukan pengawasan sampah plastik dan edukasi lingkungan.

Selain itu, posisi sekolah yang berbatasan langsung dengan sungai dimanfaatkan sebagai laboratorium hidup. Bersama Ecoton, siswa melakukan biomonitoring sungai melalui metode biotilik untuk mempelajari kesehatan ekosistem perairan.

“Kalau sosialisasi tidak dilakukan secara terus-menerus, kebiasaan baik itu bisa hilang,” terang Nisa. Melalui penghargaan ini, Ecoton berharap langkah SD Muhammadiyah 1 Wringinanom dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam membangun pendidikan lingkungan yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....