Ekspedisi Qurban YDSF Bantu Pelosok dan Wilayah Bencana

  • 07 Mei 2026 09:21 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Berawal dari rasa penasaran karena lokasi kantor yang bersebelahan dengan sekolah anaknya, Sidta Irawati kini telah menjadi donatur rutin Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) Malang selama 17 tahun. Perjalanan panjang itu membuatnya percaya bahwa sedekah dan qurban yang disalurkan melalui YDSF benar-benar membawa manfaat hingga ke pelosok negeri.

Dalam program Indonesia Cerdas di PRO 1 RRI Malang, Mudhohi & Donatur YDSF Malang, Sidta Irawati mengaku awalnya mengenal YDSF saat putrinya bersekolah di SDIT Ahmad Yani Malang. Dari majalah laporan kegiatan yang diterbitkan YDSF, ia mulai memahami berbagai program sosial dan pendidikan yang dijalankan lembaga tersebut.

“Awalnya kami jadi donatur atas nama anak-anak, supaya mereka belajar berbagi sejak kecil. Dari situ kami tahu ternyata program YDSF banyak sekali manfaatnya,” ujar Sidta, Kamis (7/5/2026)

Menurutnya, transparansi laporan dan dokumentasi kegiatan membuat dirinya mantap terus berdonasi. Ia mengaku terharu ketika melihat bantuan YDSF menyentuh berbagai kalangan, termasuk penyandang tunanetra yang difasilitasi Al-Qur’an Braille dan pelatihan mengaji rutin.

“Saya itu kalau lihat program Al-Qur’an Braille rasanya wow. Ternyata teman-teman tunanetra juga benar-benar diperhatikan,” katanya.

Tidak hanya berdonasi rutin untuk anak yatim, Sidta juga aktif mendukung program kemanusiaan YDSF, termasuk bantuan Palestina hingga pemulihan pascabencana Aceh dan Sumatera. Tahun ini, keluarganya kembali ikut program Ekspedisi Qurban YDSF dengan memilih penyaluran hewan qurban ke Aceh yang masih dalam masa pemulihan bencana.

“Kami merasa lebih bermanfaat kalau qurban disalurkan ke daerah yang benar-benar membutuhkan. Ada saudara kita yang mungkin bertahun-tahun belum pernah makan daging,” ungkapnya.

Sementara itu, Manager Pendayagunaan YDSF Malang, Khabib Qhoiril Akbar menjelaskan bahwa Ekspedisi Qurban YDSF hadir untuk mendistribusikan hewan qurban secara merata ke wilayah pelosok, daerah minoritas Muslim, hingga kawasan terdampak bencana.

“Kami ingin qurban tidak menumpuk di kota. Karena itu YDSF menginisiasi ekspedisi qurban ke wilayah pelosok Malang Selatan, Kediri, Blitar hingga Aceh dan Palestina,” jelasnya.

Ia menambahkan, tahun ini YDSF menyediakan berbagai pilihan qurban, mulai dari sapi patungan hingga qurban internasional untuk Palestina. Seluruh proses distribusi juga dapat dipantau secara daring oleh para mudhohi.

“Kami ingin para donatur merasa tenang karena qurbannya tepat sasaran dan dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....