Merawat Lansia yang Sakit Butuh Kesabaran dan Pengetahuan
- 07 Mei 2026 07:43 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Merawat lansia yang sedang sakit membutuhkan perhatian ekstra, baik dari sisi fisik maupun emosional. Keluarga tidak hanya dituntut sabar, tetapi juga perlu memahami cara perawatan yang benar agar kondisi lansia tetap stabil dan kualitas hidupnya terjaga.
Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya, Dr. Yati Sri Hayati, S.Kp., M.Kes menjelaskan bahwa lansia secara alami mengalami penurunan fungsi tubuh. Mulai dari kekuatan otot, fungsi penglihatan, pendengaran, daya tahan tubuh, hingga kemampuan berpikir semuanya akan mengalami penurunan seiring bertambahnya usia.
“Lansia memang lebih rentan terkena penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, stroke, maupun gangguan mobilitas karena fungsi tubuhnya terus menurun,” ujarnya dalam dialog di PRO 1 RRI Malang, Kamis (7/5/2026).
Menurutnya, hal pertama yang harus dipastikan keluarga saat merawat lansia sakit adalah terpenuhinya kebutuhan dasar seperti makan, minum, kebersihan tubuh, serta kenyamanan sehari-hari.
“Kadang hal sederhana seperti membantu mandi, memastikan makan cukup, dan menjaga kebersihan tubuh justru sangat penting untuk lansia,” katanya.
Selain itu, keluarga juga harus disiplin dalam memastikan jadwal minum obat, kontrol kesehatan rutin, hingga memantau perubahan kondisi tubuh lansia setiap hari.
Dr. Yati menjelaskan bahwa pola makan lansia sebaiknya tetap mengandung nutrisi lengkap dan seimbang. Ia mengingatkan agar keluarga tidak terlalu ketat membatasi makanan lansia tanpa pengawasan tenaga kesehatan.
“Banyak lansia takut makan karena khawatir kolesterol atau penyakit lain, padahal tubuh mereka tetap butuh energi dan nutrisi,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga keamanan lingkungan rumah untuk mencegah risiko jatuh pada lansia. Menurutnya, pencahayaan rumah, posisi tempat tidur, hingga kondisi kamar mandi harus dibuat aman dan nyaman.
“Lansia yang sakit sangat rentan jatuh. Ini harus benar-benar diperhatikan karena jatuh bisa memperburuk kondisi kesehatannya,” ujarnya.
Selain perawatan fisik, dukungan emosional juga menjadi bagian penting dalam proses perawatan lansia sakit. Dr. Yati menyebut lansia tetap perlu diajak berbicara meskipun dalam kondisi sakit atau sulit merespons.
“Walaupun lansia stroke misalnya, tetap ajak ngobrol. Tetap diberi sentuhan, ditemani makan, karena itu membuat mereka merasa diperhatikan,” katanya.
Dalam kondisi tertentu, penggunaan jasa caregiver profesional atau panti wreda juga bisa menjadi pilihan apabila keluarga tidak mampu memberikan perawatan optimal di rumah.
Menurutnya, menitipkan lansia di panti bukan berarti anak gagal berbakti. Yang terpenting adalah memastikan lansia tetap mendapatkan perhatian, kasih sayang, serta kualitas perawatan yang baik.
“Kalau memang keluarga tidak sanggup merawat sendiri, meminta bantuan caregiver atau panti itu boleh. Yang penting keluarga tetap hadir dan menjaga hubungan emosional dengan lansia,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....