Sound of Borobudur Masuk PAUD

  • 05 Mei 2026 10:25 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Upaya penguatan pendidikan karakter anak usia dini berbasis budaya menjadi sorotan dalam Seminar “Membangun Karakter dan Jati Diri Anak Bangsa” di Auditorium Yayasan Baitul Bestari Malik, Bojongsari, Depok, Senin (4/5/2026).

Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional ini mengangkat pemanfaatan warisan budaya sebagai media pembelajaran, salah satunya melalui gerakan Sound of Borobudur.

Direktur PAUD Kemendikdasmen RI, Kurniawan, menegaskan pentingnya pendidikan karakter sejak dini berbasis budaya lokal.

“Kita tidak bisa membiarkan anak-anak tumbuh tanpa akar. Pendidikan harus menanamkan jati diri agar mereka tidak kehilangan arah di tengah globalisasi,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Ia menyebut warisan budaya seperti Candi Borobudur dapat menjadi sumber belajar kontekstual yang relevan bagi anak.

Dalam seminar tersebut, praktisi pendidikan Gallah Akbar Mahardhika menyoroti kecenderungan pendidikan anak usia dini yang terlalu berorientasi pada akademik.

“Anak-anak dipacu menguasai baca, tulis, hitung terlalu cepat, sementara nilai empati dan tanggung jawab justru terabaikan,” katanya.

Gerakan Sound of Borobudur yang diinisiasi seniman Trie Utami menghadirkan pendekatan pembelajaran melalui rekonstruksi alat musik yang terinspirasi dari relief Candi Borobudur. Instrumen tersebut digunakan sebagai media edukasi untuk menanamkan nilai budaya sejak dini.

“Budaya adalah cara kita memaknai kehidupan sehari-hari, bukan sekadar simbol,” ujar Trie Utami.

Pandangan serupa disampaikan musisi Purwa Tjaraka yang menilai pemanfaatan warisan budaya dapat memperkuat identitas dan karakter anak.

Sementara itu, akademisi Universitas Indonesia, Melani Budianta, menekankan pentingnya pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman agar anak mampu memahami nilai budaya secara utuh.

“Budaya harus hadir dalam kebiasaan, bukan hanya diajarkan sebagai konsep,” ujarnya.

Kepala TK Siti Maryam, Sigit Subiyanto, menyampaikan penerapan pembelajaran berbasis budaya di sekolahnya menunjukkan dampak positif.

“Anak-anak lebih percaya diri dan bangga terhadap budaya mereka,” katanya.

Seminar ini merekomendasikan penguatan muatan budaya dalam kurikulum pendidikan anak usia dini secara lebih substantif.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu membangun karakter, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap identitas bangsa sejak usia dini.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....