Pemerintah Andalkan Malang untuk Kejar Swasembada Gula
- 02 Mei 2026 10:24 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Pemerintah pusat melempar fokus pada Kabupaten Malang untuk menutup defisit gula nasional yang masih lebar. Dalam pembukaan musim giling Pabrik Gula Krebet Baru II, Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan, Tatang Yuliono, menyebut produksi gula dalam negeri masih jauh dari kata cukup.
“Konsumsi gula kita mencapai 3,6 juta ton, tetapi produksi baru menyentuh angka 2,6 juta ton. Masih ada selisih 1 juta ton yang harus kita kejar,” ujar Tatang di hadapan manajemen pabrik dan perwakilan petani.
Alih-alih menyinggung target tanpa solusi, Tatang justru menyoroti satu soal klasik yang kembali menghantui: kenaikan harga plastik. Menurutnya, biaya bahan penunjang ini telah menjadi kekhawatiran serius di tingkat pusat.
Pemerintah, kata dia, sedang menyiasati dengan menyeimbangkan penggunaan biji plastik dalam negeri, meski tantangan di lapangan tidak ringan.
Di tengah kekhawatiran itu, Malang disebut sebagai tumpuan.
“Kabupaten Malang adalah sentra produksi tebu. Kalau daerah ini kita genjot, semestinya target swasembada bisa tercapai,” tegas Tatang yang hadir mewakili Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Ia bahkan menyatakan ketertarikannya untuk kembali ke Malang secara khusus demi mempelajari model koperasi petani tebu di sana, sebuah program yang disebutnya sejalan dengan prioritas Presiden.
Kunjungan industri kali ini, bagi Tatang, tak hanya seremoni giling, tetapi juga pengamatan langsung untuk merumuskan strategi stabilisasi harga gula di tingkat petani.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....