HUT ke-20, SMPN 23 Malang Gelar Pentas Seni Angkat Budaya Jawa Timur

  • 01 Mei 2026 08:42 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang : SMP Negeri 23 Malang menggelar pentas seni dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 pada 29–30 April 2026 di lingkungan sekolah. Kegiatan ini mengusung tema “Merajut Harmoni Budaya Lokal Jawa Timur” dengan melibatkan seluruh siswa, guru, komite, hingga pihak eksternal.

Ketua panitia, Erna Listyaningsih, SE, menjelaskan bahwa konsep utama kegiatan ini berfokus pada pengenalan dan pelestarian budaya Jawa Timur. “Konsep utamanya merajut budaya lokal Jawa Timur, agar siswa mengenal kekayaan budaya di daerahnya sendiri,” ujarnya saat diwawancarai RRI Malang, Kamis (30/4/2026).

Ia menambahkan, pemilihan tema tersebut bertujuan agar siswa lebih memahami keragaman budaya di Jawa Timur, mulai dari Ponorogo, Situbondo, Jember, Malang, hingga Banyuwangi. Setiap kelas ditugaskan mewakili satu daerah untuk ditampilkan dalam bentuk stan dan pertunjukan.

Sebanyak 21 daerah atau kota di Jawa Timur ditampilkan dalam kegiatan ini. Para siswa menampilkan berbagai karya, mulai dari kuliner khas daerah, busana, hingga informasi budaya yang dikemas dalam stan kreatif. Untuk hari pertama, kegiatan diisi dengan fashion show dan plating kuliner, sementara hari kedua menampilkan seni pertunjukan dari masing-masing daerah.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Nuning Indrijati, S.Pd., menyampaikan bahwa meski persiapan relatif singkat, siswa tetap menunjukkan semangat tinggi. “Persiapan dilakukan dengan memanfaatkan waktu terbatas di sela pembelajaran karena siswa juga akan menghadapi ujian sekolah. Namun antusiasme mereka luar biasa, bahkan rela berlatih hingga sore hari,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari luar, termasuk budayawan dan praktisi kuliner untuk memberikan pembekalan kepada siswa, khususnya dalam penyajian makanan tradisional secara menarik.

Dukungan penuh juga diberikan oleh komite sekolah. Perwakilan komite, Inggit Yuni Anggraini, mengatakan bahwa pihaknya berperan dalam pendampingan hingga dukungan finansial. “Kami mendukung penuh kegiatan ini, termasuk mengajak orang tua untuk terlibat dalam persiapan. Pendanaan berasal dari gabungan iuran siswa dan dukungan komite,” ungkapnya.

Ia menambahkan, antusiasme orang tua juga cukup tinggi, terlihat dari keterlibatan mereka dalam mendampingi siswa selama proses latihan dan persiapan stan.

Selain itu, alumni turut berkontribusi dalam kegiatan ini dengan membantu melatih tarian daerah yang ditampilkan siswa. Kolaborasi antara sekolah, komite, orang tua, dan alumni dinilai menjadi kunci sukses terselenggaranya acara.

Meski terdapat kendala, terutama dalam menjaga kekompakan siswa saat latihan, hal tersebut dapat diatasi berkat dukungan wali kelas dan orang tua. Secara umum, pelaksanaan kegiatan berjalan lancar tanpa hambatan berarti, termasuk dari segi pendanaan.

Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap siswa tidak hanya mengenal budaya daerah, tetapi juga memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. “Kami ingin siswa memahami budaya, sopan santun, dan tata krama yang mulai terkikis oleh perkembangan zaman,” ujar Erna.

Sementara itu, Nuning Indrijati berharap SMPN 23 Malang dapat terus berkembang, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Senada, Inggit Yuni Anggraini juga berharap sekolah semakin maju serta mampu membentuk siswa yang disiplin, kreatif, dan berakhlak baik.

Perayaan HUT ke-20 ini menjadi momentum bagi SMPN 23 Malang untuk memperkuat identitas budaya sekaligus membangun karakter generasi muda di tengah arus globalisasi. (IyanMD)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....