Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi Partai Gerindra, H. Maruf Mubarok yang akrab disapa Gus Mamak saat melihat kualitas beras di sela peninjauan stok beras di Bulog Malang. (Foto: Toni/Tenaga Ahli Gus Mamak)
RRI.CO.ID, Malang - Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi Partai Gerindra, H. Maruf Mubarok, bersama pimpinan Komisi B DPRD Jawa Timur, H. Chusni Mubarok Wahid, meninjau Kompleks Pergudangan BULOG Kebonagung, Pakisaji, Kabupaten Malang.
Dalam kunjungan tersebut, keduanya melihat langsung kondisi gudang BULOG yang dipenuhi beras hasil serapan petani lokal.
Anggota DPR RI yang akrab disapa Gus Mamak itu menilai tingginya serapan gabah petani menjadi indikator positif terhadap upaya penguatan ketahanan pangan nasional.
“Ini bukan sekadar angka. Kami melihat langsung gudang BULOG terisi penuh oleh beras hasil panen petani Kabupaten Malang. Ini bukti nyata penyerapan berjalan optimal dan swasembada pangan mulai terwujud,” ujar Gus Mamak, Rabu (29/4/2026).
Ia mengatakan kebijakan pembelian Gabah Kering Panen (GKP) sebesar Rp6.500 per kilogram dinilai membantu menjaga stabilitas harga di tingkat petani.
“Kami mengapresiasi kerja BULOG bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, PPL, dan seluruh mitra yang turun langsung menyerap hasil panen petani. Ini bentuk keberpihakan negara kepada petani,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, H. Chusni Mubarok Wahid, menyebut swasembada pangan menjadi salah satu program prioritas nasional yang perlu didukung seluruh pihak.
“Swasembada pangan adalah visi besar Presiden Prabowo. Karena itu kami dari Partai Gerindra, baik di DPR RI maupun DPRD Provinsi, siap mendukung dan berkolaborasi dengan semua elemen agar cita-cita besar tersebut benar-benar tercapai,” ujarnya.
Di sisi lain, Wakil Pemimpin Perum BULOG Kantor Cabang Malang, Yudo Widiansyah, menjelaskan hingga 27 April 2026 realisasi penyerapan mencapai 57.112 ton setara beras atau sekitar 75,07 persen dari target 76.079 ton.
Menurutnya, penyerapan dilakukan melalui Tim Satker Jemput Pangan bersama mitra pengadaan pangan di lima wilayah kerja BULOG Malang, yakni Kabupaten Malang, Kota Malang, Kota Batu, Kabupaten Pasuruan, dan Kota Pasuruan.
“Kami terus mengoptimalkan penyerapan gabah petani untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat cadangan pangan pemerintah,” kata Yudo.
Ia memastikan stok pangan di wilayah kerja BULOG Malang dalam kondisi aman dan diperkirakan mencukupi kebutuhan hingga sekitar 10 bulan ke depan.
“Masyarakat tidak perlu khawatir karena ketersediaan pangan dipastikan cukup,” ujarnya.