KAI Sayangkan Truk Mogok Tertemper KA Dhoho di Blitar
- 29 Apr 2026 05:27 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Blitar - Insiden kecelakaan di perlintasan sebidang kembali terjadi dan mendapat sorotan dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun.
Sebuah truk mogok di tengah lintasan hingga tertemper KA Dhoho relasi Kertosono–Malang, Selasa (28/4/2026) malam.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 21.35 WIB di perlintasan resmi terjaga antara Stasiun Blitar–Garum. Saat kejadian, sistem peringatan sudah bekerja normal dengan sirene berbunyi sebagai tanda kereta akan melintas. Namun, kendaraan tetap nekat masuk ke area rel.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menegaskan pihaknya sangat menyayangkan kelalaian tersebut. Menurutnya, seluruh rambu dan peringatan di lokasi sudah berfungsi sebagaimana mestinya.
"Ketika peringatan sudah aktif, itu berarti kereta dalam posisi dekat. Seharusnya pengguna jalan menghentikan kendaraan, bukan justru mengambil risiko," tegasnya, Rabu (29/4/2026).
Kondisi semakin berbahaya ketika truk tiba-tiba mogok tepat di jalur kereta. Posisi kendaraan yang melintang membuat ruang bebas lintasan tertutup, sehingga kereta tidak memiliki cukup waktu untuk berhenti meski petugas telah memberikan tanda darurat.
Benturan pun tidak terhindarkan dan menyebabkan gangguan pada lokomotif.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa dari awak kereta, perjalanan KA Dhoho sempat terhenti untuk penanganan teknis.
Petugas gabungan langsung melakukan evakuasi kendaraan dari lintasan agar perjalanan kereta dapat kembali normal. Setelah proses penanganan selesai, jalur kembali dibuka dan perjalanan dilanjutkan dengan pembatasan kecepatan demi keselamatan.
KAI menilai kejadian ini menjadi contoh nyata risiko tinggi di perlintasan sebidang jika aturan tidak dipatuhi.
Tohari kembali mengingatkan bahwa keselamatan di perlintasan bukan hanya tanggung jawab petugas, tetapi juga pengguna jalan.
Ia menekankan, keberadaan palang pintu bukan satu-satunya acuan. Pengendara wajib memperhatikan rambu dan sinyal peringatan yang sudah terpasang sebelum melintas.
"Kami berharap masyarakat lebih disiplin dan tidak memaksakan diri. Satu kelalaian kecil bisa berakibat besar, tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga perjalanan kereta api," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....