Petani: Tantangan Pertanian Organik Masih Tinggi
- 28 Apr 2026 12:08 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Pengembangan pertanian organik di tingkat petani masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pola pikir instan hingga minimnya keaktifan kelompok tani.
Petani organik sekaligus penasihat Kelompok Tani Mekarsari Kepanjen, Andri Hardiyanto, mengungkapkan bahwa salah satu tantangan utama dalam penerapan pertanian organik adalah faktor internal petani itu sendiri.
“Tantangannya kemalasan. Karena organik itu harus berproses, sementara pupuk kimia itu instan. Jadi banyak yang memilih yang cepat,” ujarnya dalam Dialog Malang Menyapa Selasa (28/4/2026).
Ia menjelaskan, proses pertanian organik yang membutuhkan fermentasi dan pengolahan bahan alami membuat tidak semua petani mau menjalankannya. Selain itu, perubahan dari sistem konvensional ke organik juga berdampak pada penurunan hasil panen di awal masa transisi.
“Kalau langsung beralih dari kimia ke organik, hasilnya bisa drop. Tapi itu butuh waktu untuk pemulihan tanah,” jelasnya.
Selain kendala teknis, Andri juga menyoroti sulitnya membangun kerja sama antarpetani dalam satu kawasan. Menurutnya, masih banyak petani yang berjalan sendiri tanpa kesamaan visi.
“Kadang semau sendiri, lahannya sendiri, tidak bisa bersama. Padahal pertanian kawasan itu butuh kebersamaan,” katanya.
Di sisi lain, proses sertifikasi organik juga menjadi tantangan tersendiri. Andri menyebut prosedur yang panjang dan berjenjang membuat banyak petani enggan mengurus label organik secara resmi.
“Untuk mendapatkan status organik itu ribet, harus uji lab dan macam-macam. Jadi saya lebih menyebutnya pertanian sehat,” ungkapnya.
Kondisi kelompok tani pun dinilai masih belum optimal. Ia menyebut banyak kelompok tani yang secara administratif ada, namun tidak aktif dalam kegiatan rutin maupun peningkatan kapasitas anggota.
“Banyak kelompok tani itu hidup enggak mati tak mau. Tidak ada pertemuan, tidak ada peningkatan pengetahuan,” ujarnya.
Sementara itu, terkait peran pemerintah, Andri mengakui adanya dukungan dalam bentuk subsidi dan bantuan alat pertanian. Namun, menurutnya, perhatian khusus terhadap pertanian organik masih perlu ditingkatkan.
“Dukungan pemerintah sudah ada, tapi untuk organik mungkin masih butuh proses. Penyuluh juga terbatas, jadi belum bisa menjangkau semua petani,” katanya. (Annisa)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....