Petani Kepanjen Tekankan Pangan Organik Tak Harus Mahal
- 28 Apr 2026 12:03 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Petani organik asal Desa Curung Reco, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang menekankan bahwa pertanian organik atau yang ia sebut sebagai pertanian sehat tidak harus mahal dan eksklusif.
Andri Hardiyanto yang juga menjadi penasihat Kelompok Tani Mekarsari Kepanjen mengaku telah menggeluti pertanian organik selama sekitar 7 hingga 8 tahun. Ia menilai selama ini masih banyak anggapan bahwa produk organik hanya ditujukan untuk kalangan tertentu.
“Pertanian organik itu persepsinya kadang mahal, eksklusif. Tapi saya kurang setuju. Kalau kita bisa bikin produksi murah, kenapa harus dijual mahal. Semua orang harus punya kesempatan yang sama untuk menikmati pangan sehat,” ujarnya dalam Dialog Malang Menyapa Selasa (28/4/2026).
Menurut Andri, praktik pertanian sehat yang ia jalankan berawal dari kebutuhan sederhana di lingkungan keluarga. Dengan memanfaatkan lahan yang dimiliki, ia mulai menanam berbagai komoditas seperti jeruk, yang kemudian beralih ke durian, serta sayuran seperti timun dan jagung manis.
“Sebenarnya sederhana, berawal dari kebutuhan dapur keluarga. Karena punya lahan, akhirnya dimanfaatkan untuk tanam sendiri,” jelasnya.
Dalam proses budidaya, Andri menuturkan pertanian organik membutuhkan tahapan yang lebih panjang dibandingkan sistem konvensional. Petani harus melakukan fermentasi bahan pupuk, mencampur berbagai unsur alami, hingga mencari mikroba dari lingkungan sekitar.
“Kalau organik itu harus berproses. Kita fermentasi dulu, cari mikroba di bawah pohon, di bambu. Memang lebih ribet dan butuh ketelatenan,” ungkapnya.
Meski demikian, ia menerapkan sistem pertanian terintegrasi dengan memanfaatkan kotoran ternak sebagai bahan utama pupuk organik. Hal ini dinilai mampu menekan biaya produksi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Kita tidak perlu beli pupuk kimia. Dari kotoran ternak itu unsurnya sudah cukup. Jadi sebenarnya bertani organik itu murah,” katanya.
Andri menambahkan, pola pertanian sehat juga berdampak pada kualitas tanaman yang lebih baik. Tanaman yang ditanam di tanah yang sehat dinilai lebih tahan terhadap penyakit.
“Kalau tanahnya sehat, tanaman secara fisiologis juga lebih kuat terhadap penyakit,” pungkasnya. (Annisa).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....