Petani Milenial Soroti Ketergantungan Pupuk Kimia di Pertanian
- 28 Apr 2026 11:37 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Ketergantungan petani terhadap pupuk kimia masih menjadi tantangan utama dalam sektor pertanian Indonesia, terutama di tengah dorongan menuju sistem pertanian berkelanjutan.
Petani milenial Karangploso, Willy Kurniawan, menjelaskan bahwa penggunaan pupuk kimia masih mendominasi karena dinilai lebih praktis dan cepat memberikan hasil.
“Kalau untuk diputus agak sulit, karena pupuk kimia itu lebih cepat dibanding organik,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Petani Milenial Karangploso tersebut menyebut, kondisi tersebut juga terjadi pada tanaman hortikultura yang membutuhkan hasil instan sehingga petani cenderung memilih pupuk kimia.
“Tanaman horti itu cenderung ke pupuk kimia, kalau organik biasanya hanya sebagai tambahan saja,” katanya.
Namun, penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus dinilai berdampak buruk terhadap kualitas tanah dalam jangka panjang.
“Kalau dipakai terus-menerus dalam jangka panjang itu bisa merusak tanah,” jelas Willy.
Untuk mengurangi dampak tersebut, ia menyarankan penggunaan pupuk organik sebagai penyeimbang meski tidak sepenuhnya menggantikan pupuk kimia.
“Kalau tidak bisa lepas dari kimia, minimal ditambah organik untuk membenahi tanah,” ungkapnya.
Dari sisi ekonomi, pupuk kimia juga dianggap lebih efisien karena penggunaannya tidak sebanyak pupuk organik.
“Kalau organik itu harus banyak, jadi dari segi operasional lebih besar,” ujarnya.
Ia berharap kesadaran petani untuk menjaga kesehatan tanah dapat meningkat agar produktivitas tetap terjaga di masa depan.
“Kalau tanahnya dijaga, produktivitas tanaman juga bisa lebih meningkat,” pungkas Willy. (Meuthia Adzkiya)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....