Capaian Digitalisasi Kota Batu Tembus 99,3 Persen
- 16 Apr 2026 22:17 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Batu – Kota Batu mencatatkan indeks capaian digitalisasi finansial sebesar 99,3 persen dalam ajang Championship TP2DD (Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah) Wilayah Kerja Bank Indonesia Malang tahun 2026.
Namun, di balik angka yang hampir sempurna tersebut, Wali Kota Batu, Nurochman, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar justru berada pada aspek edukasi dan perubahan kebiasaan masyarakat di lapangan.
Ia membagikan pengalamannya saat meninjau langsung penggunaan QRIS di Pasar Among Tani. Seorang pedagang kedapatan menyembunyikan barcode QRIS di bawah meja. Setelah ditanyai, ternyata alasannya karena rekening yang terhubung dengan QRIS tersebut adalah milik istrinya.
"Ini fakta unik di lapangan yang menunjukkan bahwa digitalisasi bukan hanya soal infrastruktur atau aplikasi, tapi soal adaptasi kebiasaan dan edukasi yang harus masuk ke celah-celah personal seperti itu," ujar Wali Kota yang akrab disapa Cak Nur tersebut.
Menurut Cak Nur, digitalisasi kini bukan lagi sekadar gaya hidup atau tren, melainkan instrumen penting untuk menciptakan pemerintahan yang bersih sekaligus memudahkan pelayanan kepada warga.
Dengan capaian 99,3 persen, Kota Batu akan terus memperluas jangkauan digitalisasi hingga ke kawasan permukiman dan perumahan baru.
"Digitalisasi adalah kunci transparansi. Kita ingin manfaat ekonomi digital ini dirasakan merata, tidak hanya di pusat kota atau hotel berbintang, tapi sampai ke pedagang sayur dan UMKM di desa-desa," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Indra Kuspriyadi, memberikan apresiasi atas capaian Kota Batu. Menurutnya, angka 99,3 persen merupakan prestasi luar biasa yang menunjukkan komitmen kuat pimpinan daerah dalam merespons perkembangan zaman.
"Angka ini bukan main-main. Ini bukti nyata Kota Batu serius dalam tata kelola keuangan yang akuntabel. Tantangan kita selanjutnya adalah memastikan digitalisasi ini inklusif, benar-benar menyentuh sektor pariwisata hingga pelaku usaha terkecil," ungkap Indra.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....