Petani Organik di Malang Siapkan Strategi Hadapi Kemarau Panjang

  • 16 Apr 2026 15:50 WIB
  •  Malang
RRI.CO.ID, Malang - Prediksi kemarau panjang dari BMKG memunculkan kekhawatiran di sektor pertanian, terutama terkait potensi penurunan hasil produksi. Namun, pelaku pertanian organik di Malang menyebut telah memiliki strategi adaptasi untuk menjaga stabilitas produksi.

Salah satu petani organik di Malang sekaligus pemilik PT Orgo Organic Farm Indonesia (Gogrin), Jasmito, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan uji coba saat kemarau panjang sebelumnya. Ia menegaskan bahwa metode yang diterapkan terbukti mampu menjaga tanaman tetap tumbuh dengan baik.

“Kayaknya dulu pernah ada kemarau panjang tahun 2023-2024, waktu itu kami sudah uji coba dan yang kami uji coba itu berhasil,” ujar Jasmito, Kamis (16/4/2026). Ia menambahkan bahwa tanaman hortikultura tidak selalu membutuhkan genangan air yang berlebihan untuk bertahan hidup.

Menurutnya, kunci utama adalah memastikan ketersediaan air meski dalam jumlah terbatas. Dengan teknik yang tepat, tanaman sayur tetap dapat tumbuh meskipun berada dalam kondisi kekeringan yang relatif.

Salah satu strategi yang diterapkan adalah penggunaan mulsa plastik untuk menghemat air. Metode ini dinilai lebih efektif dibandingkan tanpa mulsa, karena mampu menekan penguapan air dari tanah.

Jasmito menjelaskan bahwa tanpa mulsa, satu lahan berukuran 4x1 meter membutuhkan hingga 4-5 gembor air berkapasitas 7 liter. "Sementara dengan mulsa plastik, kebutuhan air dapat ditekan menjadi sekitar satu setengah gembor saja," jelasnya.

Selain mulsa plastik, alternatif lain adalah mulsa organik dari jerami bagi petani dengan keterbatasan modal. Namun demikian, ia tetap merekomendasikan mulsa plastik karena efisiensinya lebih tinggi dalam menjaga kelembapan tanah.

Strategi lain yang digunakan adalah pemanfaatan mikroba mikoriza untuk memperluas daya serap akar tanaman. "Dengan teknologi ini, tanaman tetap mampu bertahan meskipun pasokan air terbatas karena jangkauan akar yang lebih luas," pungkas Jasmito.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....