Sumber Air Baru Ditemukan, Antisipasi Kekeringan Petani Malang

  • 15 Apr 2026 09:44 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Temuan sumber air baru di wilayah Kabupaten Malang menjadi harapan dalam menghadapi ancaman kekeringan akibat El Nino 2026, khususnya untuk menjaga keberlangsungan produksi pertanian. Hal ini disampaikan dalam Dialog Malang Menyapa edisi Selasa 14 April 2026.

Ketua Tim Kerja Penyuluh Kabupaten Malang, Sidik Fathul Qorib, menyampaikan bahwa keberadaan sumber air baru ini ditemukan saat pendampingan di lapangan bersama tim terkait.

“Kami mendampingi dari kepala balai lahan dan irigasi pertanian untuk mengecek salah satu titik yang ternyata muncul sumber air baru di sekitar tanaman tebu di Malang Selatan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sumber air tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan irigasi petani saat musim kemarau panjang.

“Harapan kami, tanaman padi khususnya bisa terselamatkan dengan adanya sumber baru itu,” katanya.

Namun, pemanfaatan sumber air tersebut masih menghadapi kendala infrastruktur yang belum memadai.

“Air itu memang sudah dimanfaatkan namun karena belum ada infrastruktur yang memadai masih berupa saluran tanah sederhana,” ungkapnya.

Kondisi tersebut menyebabkan distribusi air belum optimal hingga ke lahan pertanian.

“Sehingga masih banyak yang kehilangan air dalam artian tidak sampai ke lahan petani,” ujarnya.

Menurut Sidik, jika tidak segera ditangani, potensi sumber air ini bisa kurang maksimal saat dibutuhkan di tengah kekeringan.

“Dengan adanya kekeringan nanti akan sangat eman sekali air tidak sampai ke lahan tetapi meresap kembali ke tanah,” katanya.

Untuk itu, pihaknya mendorong pembangunan infrastruktur irigasi yang lebih baik agar pemanfaatan air bisa optimal.

“Harapan kita ketika di perpipaan, semua air yang keluar dari sumber bisa sampai ke lahan para petani,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah juga merencanakan dukungan melalui sistem irigasi perpompaan untuk memaksimalkan penggunaan air tanah.

“Ada beberapa titik rencananya akan dibantu dengan pemerintah dengan irigasi perpompaan untuk memaksimalkan air tanah, baik tanah dangkal maupun tanah dalam,” ujarnya. (Meuthia Adzkiya)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....