Zakat hingga Warisan: Kupas Silaturahmi dalam Perspektif Ekonomi Keluarga
- 15 Apr 2026 07:11 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Silaturahmi dalam Islam tidak hanya berkaitan dengan hubungan emosional, tetapi juga menyentuh aspek ekonomi dan tanggung jawab dalam keluarga. Hal ini dibahas dalam program Tausyiah Mutiara Pagi di RRI Malang bersama Ustadzah Hj. Dra. Rukmini Amar, M.Ap.
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa bentuk kepedulian terhadap keluarga dapat diwujudkan melalui pengelolaan harta yang sesuai syariat. Salah satu contoh yang ia angkat adalah kemungkinan seorang istri memberikan zakat kepada suaminya, apabila suami berada dalam kondisi tidak mampu.
“Kalau suami memang tidak mampu dan termasuk yang berhak menerima zakat, maka istri boleh memberikannya. Ini pernah terjadi di zaman Rasulullah,” jelasnya, Rabu (15/4/2026)
Ia menekankan bahwa hal tersebut harus memenuhi syarat syariat, bukan sekadar alasan untuk mengalihkan kewajiban. Prinsip utamanya tetap pada keadilan dan kebutuhan.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya etika dalam pembagian warisan sebagaimana dijelaskan dalam QS An-Nisa ayat 8. Ayat tersebut menganjurkan agar ketika pembagian warisan dihadiri oleh kerabat, anak yatim, atau orang miskin, maka mereka diberi sebagian harta serta disampaikan kata-kata yang baik.
“Ini sering dilupakan. Padahal ini bagian dari menjaga silaturahmi, agar tidak ada yang merasa tersisih,” ungkapnya.
Ia juga meluruskan pemahaman masyarakat tentang pembagian warisan dalam Islam. “Laki-laki mendapat dua bagian bukan karena lebih tinggi, tapi karena tanggung jawabnya lebih besar, baik kepada keluarga inti maupun keluarga asal,” jelasnya.
Dalam penutupnya, ia mengingatkan bahwa persoalan harta sering menjadi sumber konflik dalam keluarga. Karena itu, pemahaman agama menjadi sangat penting.
“Jangan sampai kita meninggal dalam keadaan punya masalah dengan keluarga karena harta. Itu yang harus dihindari,” tegasnya.
Ia kembali menegaskan bahwa silaturahmi tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia. “Kita tidak bisa hidup sendiri. Bahkan kesuksesan kita pun tidak lepas dari doa keluarga,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....