Apel Kota Batu Tetap Jaya, Petani Harus Terus Didampingi
- 11 Apr 2026 18:25 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Batu – Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan bahwa keberadaan apel sebagai identitas Kota Batu harus terus dijaga. Upaya menjaga komoditas unggulan ini memerlukan sinergi antara pemerintah dan petani melalui pendampingan, penguatan infrastruktur, serta pengembangan pasar hasil pertanian.
“Kami ingin menggelorakan semangat bahwa apel Batu itu masih ada dan membanggakan serta dapat menjadi motivasi agar kita semua tetap optimis mempertahankan komoditas apel sebagai salah satu ikon pertanian Kota Batu, meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan,” ujar Wali Kota Nurochman, Sabtu (11/4/2026).
Nurochman juga menyampaikan bahwa pertumbuhan sektor pertanian sebelumnya masih berada di kisaran 1,5 persen. Karena itu, diperlukan upaya bersama untuk meningkatkan produktivitas melalui inovasi, pendampingan, serta penguatan kelembagaan petani.
Dalam kesempatan tersebut, Nurochman dan Wakil Wali Kota Heli Suyanto berdialog dengan para petani untuk menyerap aspirasi. Beberapa masukan yang disampaikan meliputi perbaikan jalan usaha tani, ketersediaan pupuk bersubsidi, penguatan koperasi, hingga pengembangan bibit apel unggul.
Dialog itu sejalan dengan kondisi luas lahan apel di Kota Batu yang menurun drastis. Pada masa kejayaannya di era 1980-an, luas lahan apel mencapai sekitar 3.000 hektare, tetapi kini tersisa sekitar 700 hektare. Meskipun demikian, petani Desa Tulungrejo tetap konsisten membudidayakan apel jenis Anna dan Manalagi.
Wali Kota juga menjelaskan bahwa lahan panen yang dikunjungi memiliki luas sekitar 1.200 meter persegi dengan 200 hingga 300 pohon apel produktif. Lahan tersebut berpotensi menghasilkan sekitar 3 ton apel setiap musim panen. Selain apel, petani setempat juga mengembangkan komoditas jeruk sebagai tanaman pendukung untuk menjaga keberlanjutan ekonomi pertanian.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Maju 01 Desa Tulungrejo, Suherman, menyampaikan bahwa para petani tetap berupaya mempertahankan budidaya apel meskipun menghadapi berbagai keterbatasan. Kendala utama meliputi permodalan, infrastruktur, dan akses sarana produksi pertanian.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Wali Kota Nurochman menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk segera melakukan kajian dan tindak lanjut. Beberapa rencana yang akan dijalankan antara lain pengembangan sistem tumpang sari, penguatan koperasi pertanian, peningkatan kualitas bibit, serta perbaikan infrastruktur pendukung sektor pertanian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....