HUT ke-80 TNI AU di Malang: Dari Upacara Khidmat hingga Ancaman Perang Siber
- 10 Apr 2026 15:04 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Stadion Dirgantara Lanud Abdulrachman Saleh berubah menjadi lautan kebanggaan militer, Kamis (9/4/2026). Ratusan personel berpakaian dinas upacara berbaris rapi dalam rangkaian HUT ke-80 TNI Angkatan Udara. Tak ada hujan, namun suasana tetap basah oleh haru dan tekad.
Upacara yang berlangsung khidmat itu dipimpin langsung oleh Komandan Lanud Abdulrachman Saleh, Marsma TNI Reza R.R. Sastranegara, S.Sos., M.A.P., MNSS. Di bawah terik matahari Malang, para prajurit dan insub mengikuti setiap aba-aba dengan gerakan kompak. Mereka seolah ingin membuktikan bahwa delapan dekade bukanlah usia tua, melainkan puncak kedewasaan institusi.
Di sela-sela upacara, Marsma TNI Reza R.R. Sastranegara menyampaikan pesan tegas kepada seluruh personel yang dipimpinnya.
"Peringatan HUT ke-80 ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah momen introspeksi dan pemacu semangat bagi kita semua untuk terus memberikan yang terbaik bagi TNI AU, bangsa, dan negara," ujar Danlanud Abdulrachman Saleh tersebut.
Ia juga menekankan pentingnya kebersamaan dan sinergi antar satuan di lingkungan Lanud Abd Saleh.
"Hanya dengan soliditas dan profesionalisme, kita bisa menghadapi tantangan ke depan yang semakin kompleks. Jaga terus disiplin dan keselamatan dalam setiap tugas," tegasnya.
Di barisan depan upacara, tampak jajaran komandan dari berbagai satuan: Dandepohar 30, Danwing Udara 1.2, hingga Danbrigade 2 Parako Pasgat. Kehadiran mereka bukan sekadar seremonial, melainkan simbol bahwa TNI AU tetap utuh dan solid.
Yang menarik perhatian adalah amanat Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) yang disampaikan langsung di hadapan peserta upacara. Jargon "cepat, tepat, responsif" digaungkan berkali-kali. Namun yang paling mencolok, KSAu secara eksplisit menyebut tantangan baru yang tak kalah mengancam dari musuh bersenjata.
"Ancaman siber, disinformasi, dan dinamika global yang melesat cepat harus kita hadapi dengan profesionalisme dan inovasi," demikian kutipan sambutan KSAU yang menggema di stadion.
Pesan ini seolah menjadi "navigasi baru" bagi TNI AU di usia ke-80. Jika dulu fokus pada penguasaan langit, kini ruang siber menjadi medan tempur yang tak kalah krusial. Tak heran, keselamatan dan disiplin tetap ditekankan sebagai fondasi.
Selepas upacara, suasana berubah hangat. Gedung Cakrawala Lanud Abdulrachman Saleh menjadi lokasi syukuran. Tawa dan obrolan ringan mewarnai acara. Ketua Pia Ardya Garini Cab 4/D.II Lanud Abd Saleh, Ny. Uphik Reza Sastranegara, tampak akrab berbincang dengan para pengurus dan insub.
Seorang peserta yang enggan disebut namanya mengaku bangga bisa menjadi bagian dari sejarah panjang TNI AU. "Ini bukan hanya seragam, ini panggilan jiwa," ujarnya singkat.
Delapan puluh tahun TNI AU mengudara. Kini, mereka tak hanya menjaga kedaulatan langit, tapi juga siap mendarat di medan digital. Malang menjadi saksi, bahwa usia tak pernah menjadi batas untuk terus bertransformasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....