Wali Kota Batu Kedepankan Musyawarah dan Keadilan Air
- 10 Apr 2026 10:05 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Batu - Wali Kota Batu, Nurochman, memimpin langsung pertemuan sosialisasi terkait rencana pemanfaatan bersama sebuah sumber air.
Forum ini menjadi ruang komunikasi terbuka antara pengelola air minum daerah, perwakilan petani, takmir masjid, serta tokoh masyarakat setempat untuk mencari solusi atas tantangan krisis air di wilayah hilir tanpa mengorbankan kepentingan masyarakat.
Rencana pemanfaatan sebagian debit sumber air muncul sebagai respons teknis atas menurunnya suplai air di tandon yang berdampak pada krisis air di beberapa wilayah.
Namun, Wali Kota Nurochman menegaskan bahwa setiap kebijakan yang menyangkut hajat hidup orang banyak tidak boleh diputuskan secara sepihak dan harus didasarkan pada fakta riil di lapangan.
“Saya hadir di sini untuk memastikan bahwa tidak ada pihak yang merasa dikuasai. Sosialisasi ini adalah langkah awal untuk mendengar secara jujur apa yang menjadi kekhawatiran masyarakat, khususnya para petani. Analisis teori bisa saja terpatahkan oleh kondisi lapangan, itulah mengapa musyawarah ini sangat krusial agar kita mendapatkan data yang paling akurat,” ujar Wali Kota Nurochman, Jumat (10/4/2026).
Dalam diskusi tersebut, perwakilan masyarakat menyampaikan koreksi terkait data teknis lahan irigasi yang bergantung pada sumber air tersebut.
Merespons hal ini, Wali Kota menginstruksikan pengelola air minum daerah untuk melakukan simulasi dan uji coba lapangan secara transparan guna mengukur secara presisi dampak pengambilan air terhadap stabilitas irigasi sawah dan kebutuhan masjid setempat.
“Saya menjamin bahwa produktivitas pertanian tetap menjadi prioritas. Jika hasil simulasi nanti membuktikan bahwa pemanfaatan ini mengganggu debit irigasi atau kebutuhan masjid, maka rencana ini jangan diteruskan. Saya secara pribadi sebagai kepala daerah ikut bertanggung jawab mengawal komitmen ini agar rasa keadilan masyarakat tetap terjaga,” tegas Wali Kota.
Selain isu distribusi air, forum ini juga merespon berbagai catatan kritis warga terkait penataan infrastruktur lingkungan. Wali Kota memerintahkan dinas teknis terkait untuk segera bersinergi melakukan normalisasi sungai serta perbaikan jalur irigasi yang sempat terkendala pembangunan fasilitas umum.
Hal ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menjaga ekosistem sumber air secara menyeluruh.
Melalui pertemuan ini, Wali Kota Nurochman berharap tercipta titik temu yang harmonis.
Ia menekankan bahwa ketersediaan air minum untuk masyarakat perkotaan dan kedaulatan air bagi petani adalah dua kepentingan yang sama-sama mulia dan harus dicarikan jalan tengahnya melalui semangat gotong royong dan keterbukaan informasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....