Wawali Kota Batu Dorong Mitigasi Bencana Terintegrasi dan Budaya Kerja Responsif
- 09 Apr 2026 19:26 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Batu - Pemerintah Kota Batu menegaskan bahwa penanganan krisis iklim membutuhkan pendekatan terintegrasi dari tingkat pusat hingga daerah. Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menyatakan bahwa mitigasi bencana tidak hanya soal kesiapan fisik, melainkan juga sistem koordinasi yang cepat dan akurat untuk meminimalkan dampak sosial serta ekonomi bagi masyarakat.
“Kesiapsiagaan harus dilakukan sejak dini melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari penguatan mitigasi, kesiapan infrastruktur pendukung, hingga peningkatan kesadaran masyarakat dalam menghadapi potensi bencana,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Dalam koordinasi yang berkesinambungan, berbagai langkah taktis terus digalakkan, mulai dari pemetaan wilayah rawan kekeringan hingga penguatan satuan tugas penanganan bencana di lapangan.
Seluruh jajaran perangkat daerah di Kota Batu diinstruksikan untuk memastikan instrumen mitigasi, seperti sarana distribusi air bersih dan peralatan pemadam kebakaran hutan, selalu dalam kondisi siap siaga.
Sebagai kawasan hulu, Kota Batu memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas sumber daya air. Oleh karena itu, penguatan infrastruktur seperti pembangunan sumur dalam dan pemanfaatan sumber air alternatif menjadi prioritas yang terus dikawal.
Pemerintah Kota Batu berkomitmen menjadikan mitigasi sebagai bagian dari budaya kerja yang responsif dan adaptif terhadap perubahan iklim. Selain penguatan teknis, peningkatan peran aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan juga terus didorong sebagai langkah preventif paling dasar.
Dengan sinergi yang kuat dan langkah mitigasi yang terukur, Pemerintah Kota Batu optimis dapat mewujudkan ketangguhan daerah dalam menghadapi potensi bencana, sekaligus memastikan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga di tengah tantangan iklim ekstrem.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....