KAI Daop 8 Periksa Jalur Rel Malang, Pastikan Operasional Tetap Andal
- 09 Apr 2026 13:26 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya melakukan pemeriksaan lintas dengan berjalan kaki pada petak jalan antara Stasiun Malang hingga Stasiun Malang Kota Lama. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan dan keandalan operasional perjalanan kereta api.
Pemeriksaan dilakukan langsung oleh jajaran manajemen bersama para pekerja KAI Daop 8 dengan menyusuri jalur rel. Metode ini dinilai efektif untuk mengamati secara detail kondisi prasarana, mulai dari rel, bantalan, penambat, wesel, jembatan, hingga sistem drainase di sepanjang lintasan.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya preventif dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api.
Pemeriksaan dilakukan langsung oleh jajaran manajemen bersama para pekerja KAI Daop 8 dengan menyusuri jalur rel. Metode ini dinilai efektif untuk mengamati secara detail kondisi prasarana, mulai dari rel, bantalan, penambat, wesel, jembatan, hingga sistem drainase di sepanjang lintasan.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya preventif dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api.
“Melalui pemeriksaan ini, kami dapat mengidentifikasi potensi gangguan secara langsung di lapangan serta memastikan seluruh prasarana dalam kondisi aman dan andal,” katanya, Kamis (9/4/2026).
Selain aspek teknis, kegiatan ini juga menitikberatkan pada kesiapsiagaan sumber daya manusia. Para petugas didorong untuk meningkatkan ketelitian, kecepatan respons, serta komunikasi yang efektif guna mendukung keselamatan operasional.
"Dalam pelaksanaannya, petugas juga mengidentifikasi potensi gangguan eksternal, seperti aktivitas masyarakat di sekitar jalur rel, kondisi perlintasan sebidang, hingga keberadaan benda asing yang berpotensi membahayakan perjalanan kereta api. Edukasi kepada masyarakat di sepanjang lintasan juga dilakukan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan," tegasnya.
Mahendro menyebut, kegiatan ini sejalan dengan meningkatnya kinerja pelayanan KAI Daop 8 Surabaya di Stasiun Malang. Pada Maret 2026, Stasiun Malang melayani 190.367 penumpang, terdiri dari 95.520 penumpang naik dan 94.847 penumpang turun.
Selain aspek teknis, kegiatan ini juga menitikberatkan pada kesiapsiagaan sumber daya manusia. Para petugas didorong untuk meningkatkan ketelitian, kecepatan respons, serta komunikasi yang efektif guna mendukung keselamatan operasional.
"Dalam pelaksanaannya, petugas juga mengidentifikasi potensi gangguan eksternal, seperti aktivitas masyarakat di sekitar jalur rel, kondisi perlintasan sebidang, hingga keberadaan benda asing yang berpotensi membahayakan perjalanan kereta api. Edukasi kepada masyarakat di sepanjang lintasan juga dilakukan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan," tegasnya.
Mahendro menyebut, kegiatan ini sejalan dengan meningkatnya kinerja pelayanan KAI Daop 8 Surabaya di Stasiun Malang. Pada Maret 2026, Stasiun Malang melayani 190.367 penumpang, terdiri dari 95.520 penumpang naik dan 94.847 penumpang turun.
"Jumlah ini meningkat 35 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, yang mencatat 141.204 penumpang," kata dia.
Secara kumulatif, selama triwulan pertama 2026 (Januari–Maret), volume penumpang di Stasiun Malang mencapai 513.404 orang, dengan rincian 250.771 penumpang naik dan 262.633 penumpang turun. Angka ini naik 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 460.539 penumpang.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh unsur operasional semakin solid dalam membangun budaya keselamatan, sehingga mampu menghadirkan layanan transportasi kereta api yang selamat, aman, dan nyaman bagi pelanggan,” pungkas Mahendro.
Secara kumulatif, selama triwulan pertama 2026 (Januari–Maret), volume penumpang di Stasiun Malang mencapai 513.404 orang, dengan rincian 250.771 penumpang naik dan 262.633 penumpang turun. Angka ini naik 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 460.539 penumpang.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh unsur operasional semakin solid dalam membangun budaya keselamatan, sehingga mampu menghadirkan layanan transportasi kereta api yang selamat, aman, dan nyaman bagi pelanggan,” pungkas Mahendro.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....