Timbulan Sampah Sachet, Arahkan Perubahan Pola Isi Ulang Refill System

  • 07 Apr 2026 18:34 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang : Kegiatan audit yang telah dilaksanakan oleh Tim Percepatan Pengelolaan Sampah DLH Kota Batu bersama TPS3R Jalibar Berseri, kader PKK Desa Oro-Oro Ombo pada awal April memperlihatkan produk kebutuhan sehari-hari yang dikemas dalam sachet masih jadi pilihan utama masyarakat. Pilihan produk ini sayangnya memberi dampak terhadap peningkatan volume sampah yang sulit didaur ulang.

Titik Setyowati ketua TPS3R Jalibar Berseri berpendapat kegiatan brand audit ini berdampak positif sekaligus dapat menyumbang data riset timbulan sampah. Ia berharap dengan adanya audit ini kemasan sachet ditiadakan dan menggantinya dengan wadahalternatif yang bisa di pakai ulang seperti botol.

“Dari sini kita jadi mengetahui brand produk apa yang paling banyak digunakan masyarakat dan memang yang paling banyak adalah jenis sachet yang sulit didaur ulang, jual juga tidak laku dan menjadi Residu. Sehingga perlu adanya penggantian kemasan menurut saya”, jelasnya.

Berdasarkan hasil brand audit, terdapat beberapa rekomendasi yang diusulkan sebagai langkah strategis untuk mengurangi timbulan sampah sachet:

  1. Mendorong perubahan perilaku masyarakat untuk beralih dari produk sachet ke kemasan isi ulang atau ukuran besar yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis.
  2. Membangun system layanan isi ulang (refill) di tingkat local/desa, sehingga masyarakat memiliki alternatif yang mudah dijangkau.
  3. Mendorong produsen untuk bertanggung jawab melalui inovasi kemasan yang dapat digunakan kembali atau mudah didaur ulang, serta mengurangi produksi kemasan sekali pakai.

Selain itu, diperlukan dukungan kebijakan dari pemerintah daerah untuk membatasi peredaran produk sachet secara bertahap, sekaligus memperkuat edukasi publik terkait pengurangan sampah dari sumbernya. Kolaborasi antara masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah menjadi kunci dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Eni Maulidiyah dari DLH Kota Batu berpendapat bahwa masyarakat dihimbau untuk mulai lepas dari ketergantungan kemasan sachet.

“kegiatan Brand Audit ini menjadi momentum agar masyarakat faham, ternyata banyak sekali sampah anorganik dengan berbagai merk yang digunakan masyarakat. Terutama produk-produk kemasan sachet yang bisa dikurangi dengan membeli dalam kapasitas besar atau bisa dibeli secara curah atau refill sehingga sampah pembungkusnya tidak jadi residu”, imbuhnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan data yang dihasilkan tidak hanya menjadi dokumentasi, tetapi juga menjadi dasar advokasi untuk mendorong perubahan yang lebih luas dalam pengurangan sampah, khususnya sampah sachet di Kota Batu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....