Pemkab Probolinggo Terima Penjajakan Investasi Kendaraan Listrik

  • 07 Apr 2026 16:46 WIB
  •  Malang

RRI. CO. ID, Probolinggo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menerima kunjungan PT Rekadaya Indotama (Vingroup) dalam rangka penjajakan investasi kendaraan listrik. Pertemuan berlangsung di ruang Argopuro Kantor Bupati Probolinggo, Selasa (7/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, pihak perusahaan diwakili oleh Yudha Bhakti, Rika Wijayanti, serta Catur Ery Suharjanto. Kehadiran mereka disambut Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto bersama anggota TP2D Hamim Wajdi dan sejumlah pejabat terkait.

Yudha Bhakti menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari Pemkab Probolinggo. Ia menilai Kabupaten Probolinggo memiliki posisi strategis sebagai jalur Pantura sekaligus daerah tujuan wisata yang terus berkembang.

Menurutnya, perusahaan yang terafiliasi dengan Vingroup tersebut telah mengembangkan produksi kendaraan listrik secara lokal di Indonesia, termasuk pembangunan pabrik seluas 100 hektare di Subang. Pihaknya tidak hanya fokus pada penjualan kendaraan, tetapi juga membangun ekosistem kendaraan listrik secara menyeluruh.

“Kami berkomitmen membangun 150 ribu fasilitas pengisian daya di Indonesia, dengan 50 persen berada di Pulau Jawa. Probolinggo menjadi perhatian khusus kami dan menjadi yang pertama di Jawa Timur,” ujarnya.

Selain itu, perusahaan juga merencanakan distribusi puluhan ribu kendaraan listrik di luar wilayah Jabodetabek untuk mendukung operasional ojek online, dengan skema hingga 2.000 unit per daerah. Program ini turut dilengkapi fasilitas pengisian daya gratis selama tiga tahun.

Program tersebut telah mulai dijalankan melalui kerja sama dengan sejumlah pihak seperti PT Pos Indonesia, PT Kereta Api Indonesia, serta pemerintah daerah di Depok dan Semarang.

Menanggapi hal itu, Sekda Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto menyambut baik rencana investasi tersebut. Ia menilai pembangunan fasilitas pengisian daya sangat dibutuhkan, seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik di masyarakat.

“Selama ini masyarakat masih banyak menggunakan listrik rumah tangga untuk pengisian daya, sementara fasilitas umum masih terbatas dan lokasinya cukup jauh. Ini menjadi peluang besar untuk dikembangkan di daerah,” ungkapnya.

Sementara itu, Hamim Wajdi menambahkan bahwa investasi ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis lingkungan serta membuka lapangan kerja baru.

Dengan adanya penjajakan ini, Pemkab Probolinggo berharap kerja sama dapat segera terealisasi dan memberikan dampak positif bagi pembangunan ekonomi sekaligus percepatan transformasi energi bersih di daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....