BB TNBTS Realisasikan Jalur Lingkar Kaldera Tengger, Target Rampung Oktober 2026

  • 07 Apr 2026 16:37 WIB
  •  Malang

RRI. CO. ID, Probolinggo - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) mulai merealisasikan penataan Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) sebagai bagian dari revitalisasi wisata alam bertajuk “New Bromo”. Proyek ini ditargetkan rampung pada Oktober 2026 dengan anggaran sekitar Rp 11 miliar.

Kepala BB TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menjelaskan bahwa rencana pembangunan JLKT telah dibahas sejak tiga tahun lalu. Namun, realisasinya baru dapat dilakukan tahun ini setelah melalui berbagai kajian, terutama terkait kondisi terkini kawasan kaldera Gunung Bromo.

Menurutnya, penataan jalur menjadi kebutuhan mendesak karena aktivitas wisata di kawasan tersebut selama ini belum tertata dengan baik. Salah satu dampaknya adalah jalur kendaraan jip wisata yang tidak teratur hingga membentuk pola menyerupai jaring laba-laba di area kaldera.

“Selain itu, terjadi degradasi lingkungan. Padahal, di kawasan TNBTS terdapat tiga spesies kunci yang harus dijaga. Tidak hanya aspek ekologi, nilai kebudayaan masyarakat Tengger juga harus dilestarikan,” ujar Rudi, Selasa (7/4/2026).

Di sisi lain, jumlah kunjungan wisatawan ke Gunung Bromo terus meningkat setiap tahun. Tanpa infrastruktur pengendali, kondisi ini dinilai berisiko memicu bencana ekologi yang berdampak luas, termasuk terhadap sektor pariwisata itu sendiri.

JLKT diharapkan menjadi solusi untuk menata pengelolaan kawasan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. BB TNBTS juga akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk melibatkan masyarakat adat Tengger dalam proses penataan.

Pengerjaan JLKT telah dimulai sejak Maret 2026 dan ditargetkan selesai dalam waktu 210 hari atau sekitar tujuh bulan. Jalur ini akan membentang melingkar sepanjang kurang lebih 13 kilometer, mulai dari kawasan Watu Gedhe dan Cemoro Lawang di Kabupaten Probolinggo hingga Bongkah Dingklik di Kabupaten Pasuruan.

Rudi memastikan, pengerjaan proyek tidak melibatkan pemadatan jalur secara besar-besaran. Fokus utama adalah pemasangan patok jalur serta pembangunan tiga rest area.

“Senin (13/4) mendatang, direncanakan akan dilakukan ground breaking oleh Gubernur Jawa Timur,” jelasnya.

Proyek ini dikerjakan oleh PT Tata Bangun Asia dengan nilai kontrak sebesar Rp 11.160.245.031. Pendanaan berasal dari kerja sama Indonesia dengan Norwegia melalui program Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 yang dikelola Kementerian Kehutanan RI. Anggaran tersebut difokuskan untuk pembangunan JLKT dan satu rest area di kawasan Cemoro Lawang. Sementara dua rest area lainnya di Dingklik dan Watu Gedhe akan didanai melalui PNBP APBN dengan nilai sekitar Rp 5 miliar.

“Harapannya, dengan penataan ini, kawasan Bromo bisa tetap lestari sekaligus memberikan pengalaman wisata yang lebih tertata dan berkelanjutan,” pungkasnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....