Cegah KLB, CUC Campak Dikebut

  • 06 Apr 2026 14:17 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, meninjau langsung pelaksanaan program Catch-Up Campaign (CUC) imunisasi campak di Kelurahan Bunulrejo, RW 3, Senin. Pemantauan dilakukan bersama Dinas Kesehatan dan sejumlah OPD untuk memastikan capaian imunisasi anak berjalan optimal.

Ia menyebut sebagian besar sasaran anak usia 9 hingga 59 bulan telah menerima imunisasi sesuai tahapan. Namun, masih ada sebagian kecil warga yang belum mengikuti program tersebut karena kurangnya pemahaman.

“Masih ada yang perlu pendekatan khusus karena menganggap imunisasi campak ini tidak berdampak,” ujarnya singkat, Senin (6/4/2026).

Pemerintah Kota Malang pun menggencarkan strategi jemput bola melalui pendekatan door to door. Selain itu, edukasi juga melibatkan tokoh agama, tokoh pendidikan, dan tokoh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran warga.

Wahyu menegaskan, campak merupakan penyakit dengan tingkat penularan sangat tinggi sehingga berpotensi memicu Kejadian Luar Biasa (KLB) jika tidak ditangani serius. Ia menyebut rasio penularannya bisa mencapai 1 banding 18.

“Dampaknya bisa sangat fatal, bahkan sampai meninggal dunia. Maka ini terus kita kampanyekan agar masyarakat sadar,” tegasnya.

Program CUC campak di Kota Malang dijadwalkan berlangsung hingga 7 April 2026. Pemkot menargetkan seluruh anak sasaran dapat terjangkau imunisasi guna mencegah potensi lonjakan kasus di wilayah tersebut.

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan diminta terus memperkuat edukasi dan pendampingan kepada warga yang masih menolak, agar tidak terjadi KLB campak di Kota Malang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....