KAI Madiun Perketat Pengawasan Jalur usai Lebaran 2026

  • 06 Apr 2026 06:23 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Blitar - PT KAI Daop 7 Madiun memastikan komitmen keselamatan perjalanan kereta api tetap menjadi prioritas utama meski masa Angkutan Lebaran 2026 telah berakhir.

Pengawasan di jalur rel maupun perlintasan sebidang terus diperketat, terutama di titik-titik yang dinilai rawan.

Langkah ini diambil menyusul masih tingginya frekuensi perjalanan kereta api pasca arus balik dan libur panjang peringatan Wafatnya Yesus Kristus. KAI menilai kewaspadaan tetap diperlukan guna menekan potensi gangguan keamanan dan ketertiban di jalur kereta.

Selama periode Angkutan Lebaran 2026, tercatat enam kejadian yang melibatkan gangguan di jalur maupun perlintasan. Insiden tersebut meliputi aksi masyarakat berada di jalur rel hingga kendaraan yang menemper atau mogok di perlintasan sebidang.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari menegaskan bahwa berakhirnya masa posko tidak berarti pengawasan ikut berkurang. Menurutnya, keselamatan perjalanan kereta api merupakan tanggung jawab yang tidak mengenal batas waktu.

"Kami tetap siaga dan terus mengingatkan masyarakat agar disiplin saat melintasi perlintasan. Keselamatan harus menjadi prioritas bersama," ujarnya, Senin (6/4/2026).

Sebagai langkah pencegahan, KAI juga terus menggencarkan kampanye keselamatan melalui gerakan #BERTEMAN, yakni mengimbau pengguna jalan untuk berhenti, melihat kiri dan kanan, memastikan kondisi aman, lalu melintas.

Selain itu, KAI mengingatkan bahwa jalur kereta api merupakan area terbatas yang dilindungi undang-undang. Setiap pelanggaran, seperti beraktivitas di atas rel atau menerobos palang pintu, dapat dikenakan sanksi pidana sesuai aturan yang berlaku.

"Data sepanjang 2025 menunjukkan masih tingginya angka kecelakaan di wilayah Daop 7, yang sebagian besar disebabkan kelalaian pengguna jalan. Hal ini menjadi dasar KAI untuk terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat," terang dia.

Ke depan, KAI Daop 7 Madiun menargetkan pelaksanaan sosialisasi keselamatan secara rutin setiap bulan serta penutupan sejumlah perlintasan sebidang yang dinilai berisiko tinggi.

KAI pun mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di jalur rel, selalu berhenti saat akan melintas, serta tidak menerobos palang pintu. Disiplin dan kewaspadaan dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....