GKJW Sukoanyar Wirotaman Ampelgading Ibadah Paskah, Ada Tradisi Makan Ketupat
- 05 Apr 2026 09:57 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Jemaat GKJW Sukoanyar Wirotaman, Kecamatan Ampelgading, merayakan ibadah Paskah pada Minggu (5/4/2026). Perayaan ini menjadi puncak dari seluruh rangkaian liturgi masa Paskah yang telah dijalani jemaat sejak dua bulan terakhir.
Rangkaian Pra Paskah telah dimulai sejak 18 Februari hingga 28 Maret 2026, dilanjutkan dengan Pekan Suci dari 29 Maret hingga 4 April 2026. Puncaknya, ibadah Paskah hari ini mengusung tema "Bangkit dan Menata Ulang Kehidupan".
Ibadah Paskah dipimpin oleh Gembala Konsulen GKJW Sukoanyar, Pdt. Yunathan Susula P., S.Si. Dalam khotbahnya, ia menegaskan bahwa makna Paskah yang sesungguhnya adalah perjuangan kehidupan.
"Perjuangan itu dimulai dari lingkup terkecil, yaitu keluarga, kemudian gereja, tempat kerja, hingga sekolah. Sama seperti perjuangan Yesus Kristus dalam penderitaan-Nya di kayu salib, mati, lalu bangkit untuk memperjuangkan kemanusiaan, menebus dosa manusia," ujar Pdt. Yuna di hadapan jemaat.
Setelah khotbah, ibadah dilanjutkan dengan Perjamuan Kudus sebagai wujud syukur dan pengingat akan pengorbanan Kristus.
Selesai Perjamuan Kudus, jemaat mengikuti Perjamuan Kasih yang menjadi tradisi khas yang dianjurkan Majelis Agung GKJW setiap perayaan Paskah. Keunikan tradisi ini adalah menu wajib yang disajikan: ketupat sayur. Seluruh jemaat bersama-sama menikmati hidangan tersebut sebagai simbol kebersamaan dan sukacita Paskah.
Suasana semakin meriah dengan digelarnya lomba menyanyi antar kelompok jemaat. Lomba ini menjadi sarapan untuk mengisi sukacita Paskah setelah menjalani masa Pra Paskah dan Pekan Suci.
Perayaan Paskah di GKJW Sukoanyar berlangsung khidmat namun penuh sukacita, mencerminkan kemenangan atas kematian dan semangat untuk bangkit serta menata ulang kehidupan secara pribadi maupun komunal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....