Wali Kota Malang: Pakaian Khas Jadi Simbol Sejarah Kota

  • 02 Apr 2026 10:52 WIB
  •  Malang
RRI.CO.ID, Malang - Pemerintah Kota Malang memperkenalkan pakaian khas Malangan pada peringatan hari jadi ke-112. Pakaian tersebut sarat nilai sejarah dan kearifan lokal yang mencerminkan perjalanan panjang kota.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menjelaskan bahwa filosofi pakaian itu menggambarkan sejarah sejak masa kolonial hingga sekarang. Ia menyebut unsur tersebut menjadi identitas yang melekat pada masyarakat Malang.

“Hari ini juga diberikan satu bentuk pakaian khas Malangan yang tadi filosofinya sudah dijelaskan bahwa ada nilai histori,” ujar Wahyu, Rabu (1/4/2026).

Ia menambahkan bahwa sejarah itu mencakup perjalanan dari wali kota pertama hingga era modern.

Menurutnya, pakaian tersebut tidak hanya sekadar busana, tetapi juga simbol budaya yang diwariskan. Nilai kearifan lokal yang tinggi menjadi alasan utama pengangkatannya sebagai identitas kota.

Wahyu menegaskan bahwa pakaian khas Malangan akan digunakan dalam berbagai acara tertentu. Penggunaan itu diharapkan dapat memperkuat identitas budaya di setiap momentum penting.

“Ya, nanti acara tertentu-tentu kita akan menggunakan pakaian khas Malang seperti ini,” katanya. Ia menyebut pemakaiannya akan disesuaikan dengan agenda resmi maupun kegiatan seremonial.

Ia juga membandingkan karakter budaya Malang dengan daerah sekitarnya seperti Kabupaten Malang dan Kota Batu. Perbedaan latar belakang sejarah menjadikan Kota Malang memiliki perpaduan unsur kolonial dan tradisional.

Selain jajaran pemerintah kota, anggota DPRD juga turut mengenakan pakaian khas tersebut. Hal ini menunjukkan dukungan bersama dalam melestarikan budaya lokal sebagai identitas daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....