Kriminalitas Turun 26 Persen saat Ops Ketupat 2026
- 01 Apr 2026 13:19 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Angka kriminalitas di wilayah hukum Polresta Malang Kota menunjukkan penurunan signifikan selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026. Berdasarkan hasil evaluasi, jumlah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) turun sebesar 26 persen, dari 29 kasus pada 2025 menjadi 20 kasus di tahun 2026.
Kabag Ops Polresta Malang Kota, Kompol Wiwin Rusli, menyebut penurunan juga terjadi pada kejahatan konvensional yang merosot dari 24 kasus menjadi 16 kasus atau turun sekitar 29 persen.
“Bahkan untuk kasus atensi seperti pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, hingga narkotika, berhasil ditekan hingga nol kasus pada periode operasi tahun ini,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Penurunan ini juga berdampak pada menurunnya risiko masyarakat menjadi korban kejahatan, meskipun waktu antar kejadian (crime clock) tercatat sedikit lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya.
Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobhirin, menjelaskan bahwa pihaknya melakukan penguatan pelayanan berbasis teknologi serta pengaturan lalu lintas yang lebih adaptif. Salah satu inovasi yang diterapkan adalah kehadiran microsite informasi serta pembentukan Tim Urai di sejumlah titik rawan kepadatan.
“Tim Urai kami tempatkan di titik-titik dengan potensi peningkatan mobilitas kendaraan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas,” jelasnya.
Menurutnya, selain berdampak pada keamanan, langkah tersebut juga berkontribusi pada penurunan pelanggaran lalu lintas secara drastis. Jika pada 2025 tercatat 1.281 pelanggaran, pada 2026 angka tersebut turun hingga nol untuk kategori tilang manual maupun elektronik.
“Di sisi lain, angka kecelakaan lalu lintas mengalami kenaikan tipis dari 7 menjadi 9 kejadian. Namun demikian, tidak terdapat korban luka berat selama operasi berlangsung,” ungkapnya.
Secara keseluruhan, Polresta Malang Kota menilai pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 berjalan efektif berkat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk personel gabungan yang disiagakan di pos pengamanan dan pelayanan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....