Belum Putuskan WFH, Bupati Rusdi: Kita Tunggu Kebijakan Pemerintah Pusat
- 31 Mar 2026 16:12 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Pasuruan - Tidak seperti daerah-daerah lain yang duluan memberlakukan work from home (WFH) bagi ASN atau berangkat naik sepeda angin, Pemerintah Kabupaten Pasuruan hingga kini belum memutuskan apapun.
Hal tersebut seperti yang disampaikan Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo saat ditanyai awak media, Selasa (31/3/2026).
Menurutnya, pihaknya masih menunggu kebijakan resmi dari Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).
Selain itu, Pemda juga akan terlebih dulu konsultasi kepada Gubernur Jawa Timur perihal kebijakan strategis penghematan energi ini. Jikalau memang sangat diperlukan, maka setidaknya akan menyamakan dengan kebijakan yang dilakukan Pemprov Jatim, yakni satu hari dalam sepekan, tepatnya setiap hari rabu.
"Belum kami putuskan, karena kami menunggu kebijakan resmi dari Pemerintah Pusat. Kalau sudah turun, kami konsulkan ke Pemprov Jatim, dan hasilnya akan kami realisasikan," katanya.
Ditanya soal kebijakan gowes ke kantor oleh ASN saat berangkat dan pulang kerja, Mas Rusdi - sapaan akrab Bupati Pasuruan ini menegaskan posisi perkantoran Pemkab Pasuruan terletak di jalur pantura Surabaya-Banyuwangi.
Di satu sisi, banyak ASN maupun pegawai Pemkab Pasuruan lainnya yang berdomisili di luar kota. Sehingga pihaknya merasa kurang efektif jika diaplikasikan pada pegawai.
"Kita lihat efektifitasnya. Kalau gowes kurang tepat, karena banyak pegawai yang rumahnya di luar kota. Seperti di Pasuruan Kota, Malang, Sidoarjo, Mojokerto dan lainnya. Ditambah posisi komplek perkantoran kita ini di Raci yang masuk jalur pantura Surabaya-Banyuwangi," ungkapnya.
Mas Rusdi berharap, kebijakan penghematan energi melalui WFH tak berlangsung lama. Dalam artian, mendoakan kondisi geo politik semakin membaik, sehingga tak berdampak pada kenaikan harga BBM, sembako dan kebutuhan penting lain di daerah.
"Kita berharap semoga kondisi geo politik semakin membaik, alhamdulillah sampai sekarang tidak ada kenaikan harga BBM dan harga pokok lainnya, ini membuktikan kinerja pemerintah pusat sampai kab berdampak kepada masyarakat," tegasnya.
Sementara itu, salah satu ASN Pemkab Pasuruan, Choirul Anam menyambut antusias apabila kebijakan WFH sehari dalam satu pekan, diberlakukan.
"Rumah saya jauh di Sukorejo. Kalau ada WFH sehari, lumayan untuk ongkos BBM bisa irit, dan tetap bisa bekerja dari rumah," urainya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....