Pemkot Probolinggo Targetkan Zero Anak Tidak Sekolah 2026
- 30 Mar 2026 21:27 WIB
- Malang
RRI. CO. ID, Probolinggo – Pemerintah Kota Probolinggo resmi meluncurkan gerakan Sahabat Anak Tidak Sekolah (ATS) bertajuk Sinergi Aksi Holistik Berbasis Area Terpadu untuk Anak Tidak Sekolah, Senin (30/3/2026) pagi. Program ini ditargetkan mampu menuntaskan persoalan anak putus sekolah hingga mencapai zero ATS pada akhir tahun 2026.
Kegiatan yang digelar di Kantor Kelurahan Kedungasem tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Probolinggo Aminuddin dan dihadiri Bunda PAUD Kota Probolinggo Evariani.
Dalam sambutannya, Wali Kota Aminuddin menegaskan bahwa pemerintah akan melakukan identifikasi menyeluruh terhadap penyebab anak tidak bersekolah, sehingga penanganan dapat dilakukan secara tepat sasaran.
“Kalau masalahnya itu karena pembiayaan, saya pikir tidak masalah lagi karena sudah kita gratiskan. Kalau masalahnya kesehatan, nanti akan turun tim kesehatan. Kalau masalahnya sosial, nanti akan turun dari Dinas Sosial,” jelasnya.
Ia menambahkan, pendekatan yang dilakukan bersifat individual. Jika ditemukan kasus anak putus sekolah akibat trauma, seperti perundungan, maka akan melibatkan tenaga profesional seperti psikiater atau psikolog sesuai kebutuhan.
Menurutnya, tujuan utama dari gerakan ini adalah membekali anak-anak dengan ilmu dan keterampilan agar mampu mandiri secara ekonomi serta tidak menjadi beban masyarakat di masa depan. Upaya ini juga diharapkan mampu mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sekaligus menekan angka pengangguran.
“Karena itu, kita harus benar-benar menyiapkan sumber daya manusia sejak sekarang untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo Siti Romlah menekankan bahwa gerakan Sahabat ATS merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan terpenuhinya hak dasar setiap anak.
“Gerakan ini InsyaAllah menjadi upaya sinergi aksi holistik berbasis area terpadu untuk memastikan hak-hak dasar setiap anak di Kota Probolinggo benar-benar terpenuhi secara layak,” ujarnya.
Dalam mendukung program tersebut, Bunda PAUD dr. Evariani juga menginstruksikan seluruh kader untuk turun langsung ke lapangan melakukan pendataan dan screening anak tidak sekolah.
“PKK nantinya akan turun langsung ke lapangan, karena memiliki jaringan dasa wisma hingga tingkat RT dan RW. Melalui kader-kader inilah pendataan dapat dilakukan sampai ke rumah-rumah,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Pemerintah Kota Probolinggo optimistis target zero ATS dapat tercapai sekaligus mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....