Pemkab Probolinggo Monev Jembatan Ambruk Akses Madakaripura
- 29 Mar 2026 08:21 WIB
- Malang
RRI. CO. ID, Probolinggo - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo bergerak cepat melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap jembatan ambruk yang memutus akses menuju Air Terjun Madakaripura di Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, Sabtu (28/3/2026).
Monev dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo Hengki Cahjo Saputra serta jajaran Forkopimka Lumbang.
Jembatan yang dikenal masyarakat sebagai Jembatan Duren atau Curah Soyo tersebut ambruk pada Sabtu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB setelah diguyur hujan deras disertai petir. Saat ini, lokasi telah dipasangi garis polisi (police line) untuk menghindari risiko bagi warga.
Sekda Ugas Irwanto menjelaskan, jembatan tersebut merupakan infrastruktur lama yang dibangun sekitar tahun 1980-an dan kondisinya sudah rapuh.
“Jembatan ini sudah cukup lama, kemungkinan dibangun pada tahun 1980-an. Kondisinya memang sudah rapuh dan tidak mampu menahan cuaca ekstrem sehingga akhirnya ambruk,” ujarnya.
Menurutnya, dalam beberapa waktu terakhir Kabupaten Probolinggo kerap dilanda bencana sehingga penanganan difokuskan pada jembatan-jembatan yang terdampak dan putus akibat bencana.
Sebagai langkah cepat, Pemkab Probolinggo akan melakukan pembersihan material serta asesmen teknis untuk percepatan pembangunan jembatan darurat. Koordinasi juga dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk penyedia jembatan darurat jenis Bailey.
“Kami sudah perintahkan BPBD, Dinas PUPR dan tim terkait untuk segera melakukan asesmen. Dalam waktu dekat akan dibangun jembatan darurat agar akses bisa kembali dilalui, minimal untuk kendaraan roda dua,” tegasnya.
Untuk sementara, akses jembatan ditutup total demi keselamatan. Masyarakat diminta menggunakan jalur alternatif yang tersedia sambil menunggu pembangunan jembatan darurat.
“Hari ini kita tutup total, masyarakat tidak boleh melintas karena berbahaya. Kami minta perangkat desa dan Forkopimka segera melakukan sosialisasi. Insya Allah dalam 2 hingga 3 hari ke depan jembatan darurat sudah bisa digunakan,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....