Ketua DPRD Malang Soroti Maraknya Bunuh Diri Mahasiswa
- 28 Mar 2026 19:18 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, menyoroti meningkatnya kasus bunuh diri yang banyak melibatkan kalangan mahasiswa di Kota Malang. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan bersama, mulai dari keluarga hingga pemerintah.
Amithya menyebut, pemerintah daerah perlu hadir melalui fasilitasi dan pendampingan kepada masyarakat. Namun, peran keluarga sebagai unit terkecil dinilai sangat krusial.
“Kalau dari unit terkecil, yakni keluarga tidak aware terhadap anak, juga akan sulit,” ujarnya.
Menurutnya, penanganan kasus ini tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah daerah. Ia menilai perlu adanya kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan perguruan tinggi dan kementerian terkait.
“Mayoritas mahasiswa berada di bawah kewenangan kementerian diktisaintek, sehingga kolaborasi itu wajib,” katanya.
Ia juga mendorong adanya komunikasi intensif antara pemerintah daerah dengan pihak kampus, termasuk para rektor, untuk menggali akar persoalan yang dihadapi mahasiswa. Selain itu, Amithya mengusulkan penyusunan buku panduan bagi mahasiswa agar mereka mengetahui fasilitas penanganan kesehatan mental di lingkungan kampus.
“Harapannya ada semacam safety net di dalam kampus, sehingga ketika mahasiswa mengalami keresahan mental, mereka tahu harus ke mana,” ucapnya.
| Baca juga: DPRD dorong MCC Kota Malang Jadi BLUD |
Lebih lanjut, Amithya menyoroti fakta bahwa sebagian korban bukan warga Kota Malang. Karena itu, ia menilai perlu adanya komunikasi antarpemerintah daerah asal mahasiswa.
“Ibaratnya orang tua dengan orang tua, harus ada jalinan komunikasi untuk sama-sama menjaga anak-anak mereka,” tegasnya.
Di sisi lain, ia juga mengingatkan media agar berhati-hati dalam memberitakan kasus bunuh diri. Menurutnya, pemberitaan yang tidak tepat berpotensi menjadi pemicu bagi individu yang sedang rentan secara mental.
“Bagaimana membuat berita agar tidak menjadi trigger, karena kita tidak tahu kondisi pembaca,” katanya.
Amithya berharap seluruh pihak dapat berkolaborasi dalam upaya pencegahan, mengingat pengawasan terhadap mahasiswa tidak bisa hanya mengandalkan keluarga semata, tetapi membutuhkan peran bersama dari berbagai elemen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....