Air Mata Perempuan Tangguh Temukan Harapan lewat Mekaar

  • 26 Mar 2026 11:45 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Blitar - Air mata Triyulianti tak pernah benar-benar kering setiap kali mengingat empat anaknya yang masih kecil.

Di tengah ekonomi keluarga yang pas-pasan, ia harus menguatkan hati, menyusuri jalanan sebagai pengemudi ojek online demi menyambung hidup.

"Setiap hari saya harus meninggalkan anak saya yang masih umur tiga bulan," ujarnya, Kamis (26/3/2026).

Kisah Triyulianti bukan satu-satunya. Di sudut lain, Novi seorang pengemudi taksi menghabiskan hari-harinya dari subuh hingga larut malam di jalanan ibu kota. Semua dilakukan demi satu tujuan yakni masa depan anak semata wayangnya.

"Apa pun akan saya lakukan untuk anak saya," katanya.

Mereka adalah potret nyata jutaan perempuan Indonesia yang memanggul beban ekonomi keluarga.

Tak jarang, mereka harus menjalankan peran ganda menjadi ibu sekaligus pencari nafkah utama di tengah keterbatasan yang menghimpit. Namun di balik lelah dan air mata, selalu ada harapan yang mereka perjuangkan.

Harapan itu perlahan menemukan jalannya ketika hadir program pemberdayaan dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera).

Program ini tidak sekadar memberikan akses permodalan tanpa agunan bagi perempuan prasejahtera, tetapi juga menghadirkan pendampingan usaha secara rutin. Para nasabah dibekali literasi keuangan, manajemen usaha, hingga keterampilan wirausaha agar mampu berkembang secara berkelanjutan.

Keunikan Mekaar terletak pada sistem kelompok kecil atau tanggung renteng. Dalam satu kelompok, minimal terdapat 10 perempuan yang saling mendukung. Bukan hanya soal pembiayaan, kelompok ini menjadi ruang solidaritas tempat para perempuan saling menguatkan saat menghadapi kesulitan.

Dalam skema syariah, Mekaar juga menerapkan prinsip tanpa bunga dengan akad sesuai ketentuan, tanpa mengubah esensi pendampingan dan kebersamaan yang menjadi fondasi utama program.

Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, menegaskan bahwa selama lebih dari dua dekade, PNM hadir untuk menciptakan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat prasejahtera.

"PNM diberikan mandat oleh negara untuk menciptakan dampak sosial dan ekonomi kepada masyarakat Indonesia, khususnya prasejahtera," kata dia.

Sementara itu, EVP Pengembangan & Jasa Manajemen PNM, Razaq Manan Ahmad, menekankan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan.

"Semakin kuat perempuan, semakin kuat pula bangsa. Perempuan adalah motor penggerak utama dalam kemajuan ekonomi dan sosial," ucapnya.

Hingga Februari 2026, PNM telah melayani 22,9 juta nasabah perempuan ultra mikro di 60.250 desa dan kelurahan di seluruh Indonesia. Angka ini menjadikan Mekaar sebagai salah satu program pemberdayaan perempuan terbesar di dunia.

Bagi Triyulianti, Novi, dan jutaan perempuan lainnya, Mekaar bukan sekadar program. Ia adalah pintu menuju harapan tempat mereka belajar bangkit, berdiri, dan percaya bahwa masa depan bisa diperjuangkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....