Ngembak Geni di Candi Badut, Umat Hindu Rayakan Kebersamaan
- 20 Mar 2026 16:11 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang — Ratusan umat Hindu dari Malang Raya menggelar persembahyangan Ngembak Geni di Candi Badut, Jumat (20/3/2026). Ritual ini menjadi penutup rangkaian Hari Raya Nyepi 1447 Saka, sekaligus berlangsung beriringan dengan perayaan Idulfitri.
Sejak sekitar pukul 11.00 WIB, pelataran candi dipadati umat yang mengenakan busana adat serba putih. Mereka mengikuti persembahyangan dengan khidmat setelah menjalani Catur Brata Penyepian selama 24 jam.
Ketua Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia Kota Malang, I Made Warthana, menyebut tingginya kehadiran umat mencerminkan kuatnya keyakinan spiritual.
“Ini menunjukkan betapa tingginya sradha umat Hindu,” kata Made.
Ia menjelaskan, Ngembak Geni menandai berakhirnya masa penyepian, saat umat kembali diperbolehkan beraktivitas. “Menyalakan api” tidak hanya bermakna fisik, tetapi juga simbol bangkitnya nilai persaudaraan dan cinta kasih.

“Artinya kita menyalakan kembali api persaudaraan dan dharma,” ujarnya.
Menurut Made, perayaan Ngembak Geni tahun ini terasa istimewa karena bertepatan dengan Idulfitri. Momentum ini, kata dia, mencerminkan harmoni di tengah keberagaman.
Ia mengutip konsep Vasudhaiva Kutumbakam, yang memandang seluruh makhluk sebagai satu keluarga.
“Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tetapi untuk saling melengkapi,” katanya.
Candi Badut, yang diyakini sebagai candi Hindu tertua di Jawa Timur dari abad ke-8, disebut memiliki nilai historis dan spiritual yang terus dijaga. Umat, kata Made, berkomitmen menjadikannya sebagai pusat ibadah setiap akhir rangkaian Nyepi.
Ketua Harian PHDI Kabupaten Malang, Istianah berharap kebersamaan umat Hindu di wilayah kota dan kabupaten terus diperkuat. Ia mendorong Ngembak Geni menjadi ruang mempererat persatuan lintas wilayah dan masyarakat luas.
“Ke depan, kebersamaan ini harus terus ditingkatkan,” ujar Istianah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....