Ribuan Warga Muhammadiyah Salat Id di Stadion Gajayana

  • 20 Mar 2026 15:56 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang — Ribuan jamaah Muhammadiyah melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah di Stadion Gajayana, Jumat (20/3/2026). Ibadah berlangsung khidmat sejak pagi, diikuti warga dari berbagai penjuru Kota Malang.

Jamaah mulai memadati stadion sejak pukul 05.30 WIB. Mereka datang dengan mengenakan pakaian terbaik, didominasi warna putih, sambil membawa perlengkapan salat. Salat Id dimulai pukul 06.10 WIB dengan Syawaludin Usman sebagai imam.

Khatib Prof. Dr. Ahsan, S.Kp, M.Kes dalam khutbahnya menekankan pentingnya muhasabah atau introspeksi diri. Ia mengajak jamaah merenungkan asal-usul, posisi, dan tujuan hidup.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita melakukan muhasabah. Dari mana kita berasal, saat ini berada di mana, dan ke mana kita akan menuju,” ujarnya.

Menurut Ahsan, tanpa introspeksi, manusia berpotensi kehilangan arah di tengah kehidupan modern. Ia menyebut Idul Fitri sebagai momentum untuk memperbaiki diri.

Ia juga menyinggung pentingnya memaknai profesi sebagai bagian dari ibadah. Setiap pekerjaan, kata dia, memiliki nilai ibadah jika dilandasi niat yang benar dan memberi manfaat.

“Setiap profesi yang dijalankan dengan niat yang benar dan memberikan manfaat bagi orang lain, sejatinya adalah bagian dari ibadah,” katanya.

Terkait perbedaan penetapan 1 Syawal antara Muhammadiyah dan pemerintah, Ahsan meminta hal itu tidak dipersoalkan. Perbedaan, menurut dia, muncul dari metode yang digunakan.

“Tidak masalah. Muhammadiyah menggunakan hisab, sedangkan pemerintah dan Nahdlatul Ulama menggunakan rukyat,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya saling menghormati di tengah perbedaan tersebut. Usai salat, jamaah tampak saling bersalaman dan bermaaf-maafan, menandai hangatnya suasana Idulfitri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....